BolaSkor.com - Pesan serius ditunjukkan Barcelona setelah menjalani periode inkonsisten di awal musim ini, serta inferior karena tak pernah menang di lima laga di seluruh kompetisi melawan Real Madrid.

Blaugrana bangkit dengan kemenangan 4-0 atas rival bebuyutan mereka di El Clasico pekan 29 LaLiga, Senin (21/03) dini hari WIB. Pierre-Emerick Aubameyang mencetak dua gol (29' 51'), kemudian masing-masing gol dilesakkan Ronald Araujo (38'), dan Ferran Torres (47').

Apa yang membuat fans yakin Barca telah bangkit adalah statistik 60 persen penguasaan bola berbanding 40 persen Madrid, serta jumlah 18 tendangan (10 tepat sasaran), dengan total operan sebanyak 695 operan.

"Saya sangat bangga, sangat senang. Ini hari untuk dinikmati. Itu spektakuler, Barca kembali. Belum banyak kegembiraan baru-baru ini, terutama di Clasico. Dan juga sebagai pelatih, saya adalah penggemarnya. Kami akan merayakannya," tutur pelatih Barca, Xavi.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan: Liverpool ke Semifinal, Barcelona Bantai Real Madrid

Barcelona Perkasa di El Clasico, Xavi Enggan Jemawa

7 Fakta Menarik dari Kedigdayaan Barcelona di Kandang Madrid

Kegembiraan untuk Barcelona, kemalangan untuk Real Madrid. Kiper Madrid, Thibaut Courtois, melakukan enam penyelamatan di laga tersebut hingga Madrid tak dipermalukan lebih dengan skor lebih.

Penjaga gawang asal Belgia itu menilai performa Madrid benar-benar parah dan tak bisa diterima. Courtois pun tak segan mengkritik rekan setimnya.

“Hari ini kami memberikan citra yang tidak dapat diterima untuk klub ini. Ada pemain yang absen, tetapi Anda tidak menyadari bahwa merekalah yang bermain Kamis (di Istanbul). Mereka menemukan banyak ruang," tutur Courtois selepas laga dikutip dari Sport-English.

"Kami tidak kompak dan tidak bermain baik mencegah kebobolan gol. Untuk gol pertama, mereka mengantisipasi lebih baik di tiang depan dan kami juga lengah untuk (gol) kedua. Setelah jeda, kami pikir kami bisa kembali, dan setelah 10 detik Ferran Torres berduel satu lawan satu dengan saya."

Absennya top skorer sekaligus penyerang utama Madrid, Karim Benzema, diyakini jadi faktor lemahnya Madrid. Namun klub sedianya punya kedalaman skuad bagus dan Courtois mengkritik taktik sang pelatih.

Menurutnya, taktik false nine Carlo Ancelotti sebelumnya tidak berjalan baik di ajang Copa del Rey dan itu kembali diterapkan lawan Madrid dan tidak berjalan baik.

"Kami harus membicarakan taktik secara internal. Mereka tidak berhasil di awal pertandingan atau babak kedua. kami harus mendiskusikannya secara internal, bukan di sini," imbuh Courtois.

“Kami bermain dengan false nine di Copa dan hampir tidak memiliki tembakan dan itu sama di sini. Kami memulai dengan baik, kami memiliki peluang dengan Fede Valverde yang diselamatkan Marc ter Stegen dengan baik, tetapi dari sana kami turun.”

“Kami tidak menemukan pemain bebas bermain dan itu membuatnya sulit. Kemudian di babak kedua, kami tidak bisa memulai seperti itu. Logo (Madrid) ini menuntut Anda bertarung dan di babak kedua kami tidak melakukannya. Kami bisa saja kalah dengan skor yang lebih telak," urai dia.