BolaSkor.com - Barcelona memetik kemenangan tipis 1-0 atas Granada pada debut Quique Setien sebagai pelatih. Barcelona memang cuma menang tipis dan melawan tim yang tampil dengan 10 pemain, akan tetapi dari laga itu tersembul optimisme.

Sejak lawa dimulai, Barcelona tampil berbeda atau tepatnya serupa dengan saat era sebelum Ernesto Valverde. Barca sangat mendominasi pengusaan bola dan banyak melepaskan umpan. Total dari laga ini Barcelona mencatat lebih dari seribu umpan. Sebagai catatan, dalam 15 musim terakhir hanya tiga kali Barcelona mencatat lebih dari seribu umpan.

Baca Juga:

10 Fakta Unik Quique Setien, Pelatih Anyar Barcelona

Quique Setien Sudah Lama Kagumi Lionel Messi

Saat tiba, Quique Setien berjanji membawa Barcelona ke masa depan dengan kembali memakai identitas lama, permainan yang berbasis penguasaan bola, sepak bola menyerang yang sangat disukai publik Camp Nou. Pada laga melawan Grenada, Setien memenuhi janjinya, paling tidak bisa menjadi awal yang baik.

"Saya tidak memiliki medali atau rekam jejak yang berkilau. Yang saya punya hanya komitmen kepada sebuah ide. Itu janji saya," kata Setien.

Memang Barcelona tidak bisa mendadak kembali bermain tiki taka. Masih banyak yang perlu dibenahi setelah dua tahun lebih "meninggalkan" filosofi mereka. Dalam laga melawan Grenada, Barcelona masih terlihat kesulitan menciptakan peluang dan sesekali umpan yang dilepaskan tidak akurat.

"Saya melihat beberapa hal yang saya inginkan," ujar Setien setelah pertandingan.

Dalam laga ini ada empat pemain Barca yang tercatat melepaskan 100 umpan, termasuk Gerard Pique dan Sergio Busquets. Sedangkan pemain muda jebolan La Masia, Riqui Puig, yang hanya tampil lebih dari 20 menit mampu mencatat umpan lebih banyak dari total yang dilepaskan Getafe.

Soal penguasaan bola, Barcelona mencatat 82,6 persen. Ini merupakan catatan tertinggi sejak mereka mengukir 84 persen saat melawan Levante pada 11 Mei 2011 di era Pep Guardiola. Bagi publik Camp Nou, penampilan Barcelona seakan memunculkan nostalgia.

Saat di era Valverde, Barcelona memang tidak kering prestasi, akan tetapi mereka sedikit-sedikit mulai kehilangan identitas. Sebagai contoh saat Barcelona menang telak 4-0 atas Rayo Vallecano pada 2013. Saat itu publik tetap tidak puas karena asuhan Valverde sudah terlihat bukan lagi Barcelona.

Pada laga itu Barcelona mulai meninggalkan basis penguasaan bola. Mereka memang menang telak, namun Blaugrana cuma menguasai bola sebanyak 44 persen. Ini adalah kali pertama Barcelona kalah dalam pengusaan bola dalam 315 laga. Sejak saat itulah, posisi Valverde mulai diganggu.

"Bola sudah menjadi barang asing," demikian tulis El Mundo Deportivo mengkritik Valverde.

Selain kembali menjadikan pengusaan bola sebagai dasar permainan, Setien juga mulai membuka pintu kepada para pemain muda Barca jebolan La Masia. Pada laga melawan Grenada, Setien memberi kesempatan kepada Ansu Fati, Riqui Puig, dan Carles Perez.

Media-media Barcelona langsung melontarkan pujian kepada Setien meski diakui belum sempurna. Di bawah Setien, Barcelona saat ini mulai terlihat lebih terstruktur, bermain untuk sebuah tujuan, dan harapan.

Kini fans Barcelona bisa mulai tersenyum karena tim kesayangan mereka sudah "kembali" dan berharap di bawah Setien Azulgrana kembali ke masa keemasan, secara prestasi dan cara bermain.