BolaSkor.com - Barcelona akan menjamu Getafe dalam lanjutan pekan 24 LaLiga di Camp Nou, Sabtu (15/02) malam WIB. Ini akan jadi pertandingan yang menarik. Bukan hanya karena posisi kedua klub saat ini, melainkan juga rivalitas panas kedua pelatih klub, Quique Setien dengan Jose Bordalas.

Barcelona, tim dengan kekuatan serangan terbaik di liga dan telah mencetak 55 gol, akan menguji kekuatan lini belakang Getafe yang baru kebobolan 20 gol - pertahanan terbaik ketiga di LaLiga. Getafe meraih empat kemenangan beruntun sebelumnya dan belum pernah kebobolan.

Pertarungan kedua tim nanti bak adu kuat 'pedang' Barcelona dengan kekokohan 'perisai' pertahanan Getafe. Setien, dengan filosofi sepak bola ofensif, akan coba membongkar permainan pragmatis ala Jose Bordalas yang mementingkan hasil akhir.

Hubungan keduanya tidak lebih dari sekedar rekan seprofesi. Setien dan Bordalas bahkan tidak berjabat tangan sejak keduanya saling membalas ucapan melalui media pada 2013.

Baca Juga:

Prediksi Barcelona Vs Getafe: Benteng Kokoh Tim Tamu Diuji Blaugrana di Camp Nou

Barcelona Vs Getafe, El Barca Perkasa Melawan Wakil Madrid

Krisis Striker, Barcelona Kian Serius Incar Striker Real Sociedad

Quique Setien dan Jose Bordalas

Menurut laporan dari Marca, semuanya terjadi pada 2013. Setien masih melatih Lugo dan Bordalas dengan Alcorcon. Lugo kalah dan Setien mengkritisi permainan negatif (bertahan) Alcorcon. Tidak tanggung-tanggung, Setien berharap Alcorcon tidak promosi kala itu.

"Kami kalah dari tim yang tidak pantas menang," cetus Setien. "Saya tidak suka melihat pemain membuang waktu.

"Dari tim-tim di dekat puncak klasemen, saya harap Alcorcon tidak memenangkan promosi karena menyakitkan menonton mereka," tegas dia

"Mereka tim yang tangguh karena mereka tidak bermain sepak bola dan tidak mengizinkan tim lain melakukannya. Mereka mengganggu permainan dan membuang waktu."

Bordalas menilai sikap Setien itu tidak respek kepada koleganya dan meminta pihak berwenang menghukumnya. Beberapa tahun setelahnya rivalitas itu kembali terjadi. Kali ini Bordalas dengan Getafe dan Setien dengan Real Betis. Setien sampai dibuat kesal oleh permainan negatif Bordalas di Getafe.

"Sungguh disayangkan. Getafe adalah tim dengan pelanggaran terbanyak. Dia (Bordalas) mengetahui itu dan sangat disesalkan tambahan waktu hanya tiga menit. Cerita ini selalu berulang," kata Setien seraya meluapkan emosinya.

"Ofisial tidak bisa membiarkan pertandingan berlangsung selama 25 menit di setiap babak. Ini bukan sepak bola, ini sesuatu yang lain. Membuat darah saya bergolak."

Semenjak saat itu keduanya telah bertemu 10 kali: Bordalas menang enam kali, Setien dua kali, dan dua lainnya imbang. Bordalas hanya bisa geleng-geleng kepala melihat amarah Setien dan publik yang menilai Getafe memainkan gaya anti-sepak bola.

Jose Bordalas

Menurutnya, sah-sah saja bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik kala berhasil merebut bola dari lawan, atau bermain bola lambung. Bordalas menilai itu sebagai gaya main sepak bola modern dan tiap tim punya gaya mainnya masing-masing.

"Siapapun yang memberi kami label anti-sepak bola, dia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakannya. Kami gemar menekan (pressing) di wilayah lawan, bermain direct (langsung), mencari gol sebanyak mungkin dan selalu mencoba menempatkan pemain sebanyak mungkin di kotak penalti lawan," tutur Bordalas.

"Ini sepak bola modern dan Getafe adalah salah satu tim yang piawai soal ini. Banyak cara untuk bermain sepak bola, semuanya sah dan menarik. Mereka ingin menempatkan pelatih pada gaya sepak bola tertentu, tapi sudah menjadi tanggung jawab pelatih untuk memanfaatkan skuad yang ada."

Jelang bentrok kedua tim, Setien memilih bungkam mengenai hubungannya dengan Bordalas. "Isu ini jelas sepenuhnya sudah dilupakan dan saya tidak akan membicarakan mengenainya lagi," tegas Setien.

Menarik untuk dinanti, apakah taktik Bordalas akan kembali membuat Setien frustrasi atau justru sebaliknya, Barcelona berjaya di Camp Nou atas tim asal Kota Madrid tersebut.