BolaSkor.com - Pekan kesembilan kompetisi Liga 1 2018 akan dibuka dengan pertandingan di tempat netral. Laga yang mempertemukan Perseru Serui dan Barito Putera besok malam, Kamis (17/5), mesti digelar di Stadion Gajayana Malang.

Bukan partai usiran akibat sanksi, namun Perseru mesti berkandang di Malang untuk sementara waktu. Salah satu faktornya adalah fasilitas penerangan yang belum memadai di Stadion Marora Serui. Maklum saja, seluruh pertandingan Liga 1 2018 dimainkan pada malam hari selama bulan Ramadan 1439 Hijriah.

"Bagi kami tidak ada masalah. Pindahnya pertandingan ini ke Stadion Gajayana juga sudah sesuai regulasi kompetisi," tutur pelatih Perseru, I Putu Gede.

Bagi pemain, kepindahan ini juga tidak terlalu dipersoalkan. Jaelani Arey menyebut semua rekan setimnya sudah siap menjadi tim musafir dengan tidak memainkan laga di Papua.

"Kami pemain profesional, jadi harus siap bertanding di mana pun. Sekarang Malang adalah kandang kami, sehingga harus tetap fight bermain meski suporter sedikit," kata gelandang serang Perseru itu.

Bagi tim tamu, gelaran pertandingan di tempat netral seharusnya menjadi nilai plus untuk meraup setidaknya satu angka. Hal ini karena potensi beban psikologis sedikit berkurang, lantaran minimnya suporter Perseru yang akan hadir di stadion.

Namun bagi pelatih Barito Putera, Jacksen Tiago, hal ini bukan suatu keuntungan. Secara teknis tim, persiapan anak asuhnya berjalan seperti biasanya.

"Tidak keuntungan yang kami ambil secara teknis. Mungkin kalau di Serui, kami lebih awal datang dua sampai tiga hari sebelum pertandingan," ungkapnya.

"Tapi kalau dari sisi manajemen, mungkin ada keuntungan. Karena kami tidak butuh biaya besar dan perjalanan jauh ke Serui. Itu saja," tambah striker legendaris Persebaya itu. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)