BolaSkor.com - Sejak ditunjuk melatih Chelsea pada 8 September 2022, menggantikan Thomas Tuchel, Graham Potter tidak memiliki banyak waktu menanamkan filosofi sepak bola yang coba dibawanya ke Chelsea.

Jeda internasional September hingga penundaan laga Premier League setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia jadi penyebabnya. Alhasil, Potter baru memainkan satu laga debut sebagai pelatih Chelsea.

Laga itu terjadi di Liga Champions yang dihelat di Stamford Bridge antara Chelsea melawan RB Salzburg. Pertandingan berakhir imbang 1-1 dan beberapa pilihan Potter di laga tersebut memicu pertanyaan dari publik.

Salah satunya datang dari eks pemain Chelsea, William Gallas. Pria asal Prancis tidak habis pikir dengan pilihan taktik dan posisi bermain yang coba diterapkan Potter; seperti Raheem Sterling menjadi bek sayap dan Marc Cucurella menjadi bek tengah.

Baca Juga:

Graham Potter Dapat Peringatan, Chelsea Bukanlah Brighton & Hove Albion

Chelsea Punya Catatan Minor di Liga Champions, Graham Potter Bangga dengan Karakter Tim

Berusia 38 Tahun, Thiago Silva Belum Ingin Pensiun

"Itu adalah masalah. Ketika saya melihat Sterling bermain sebagai bek sayap kiri, saya tidak memahaminya. Sulit bagi saya untuk memahami mengapa dia ingin bereksperimen dengan sesuatu seperti ini, terutama di pertandingan Liga Champions," papar Gallas sebagaimana dinukil dari Mirror.

"Anda bermain di kandang dan Anda menempatkan Cucurella sebagai bek tengah, Anda memiliki (Wesley) Fofana di bangku cadangan dengan (Kalidou) Koulibaly, (Trevoh) Chalobah di bangku cadangan, dan Anda menempatkan Sterling sebagai bek sayap kiri? Saya tidak paham."

"Pada akhirnya, mereka tidak mendapatkan hasil yang baik, mereka bermain imbang 1-1. Orang akan selalu menilai hasilnya, dan pertanyaannya adalah mengapa dia menempatkan kedua pemain itu di posisi itu?"

Gallas punya pendapatnya dan Potter juga memiliki penilaian serta alasan bereksperimen di laga debutnya.

"Apapun yang Anda lakukan, selalu ada plus dan minus, tetapi kami berada di kandang, dan kami ingin unggul (penguasaan bola) dan mendapatkan beberapa ide menyerang di posisi itu," terang Potter beberapa waktu lalu.

"Raheem sangat bagus dalam menyerang lini belakang dan mencetak gol yang fantastis. Saya pikir dia sangat bagus dalam permainan. Reece (James) sedikit menyeimbangkannya, dan kami masih bisa bertahan dalam empat pemain jika perlu, jadi itulah pemikirannya."