BolaSkor.com - Acapkali melakukan perubahan di suatu hal dapat memberikan warna baru yang berbuah hasil positif. Itu bisa terlihat dari keberanian manajemen Bayern Munchen mengganti Niko Kovac dengan Hans-Dieter Flick pada November 2019.

Perubahan dilakukan semata karena performa Bayern tidak stabil atau konsisten, meski faktanya posisi mereka tidak buruk-buruk amat di Bundesliga dan Liga Champions. Apalagi Bayern sempat menang telak 7-2 atas Tottenham Hotspur.

Manajemen Bayern sudah mengambil keputusan memecat Niko Kovac dan menunjuk Hans-Dieter Flick yang biasa dipanggil Hansi Flick. Bayern juga berhati-hati kepadanya dengan memberikannya status manajer interim (sementara).

Karier kepelatihan pria berusia 55 tahun itu tidak istimewa. Hansi Flick sebelumnya melatih 1899 Hoffenheim dan menjadi asisten pelatih timnas Jerman arahan Jurgen Klinsmann dan Joachim Low (2006-2014).

Baca Juga:

Pelatih Bayern Munchen Ingin Rayakan Gelar Juara Bundesliga di Kandang Werder Bremen

Bayern Promosikan Eks Wonderkid Chelsea Jamal Musiala ke Tim Utama

Bayern Munchen di Ambang Juara Bundesliga, Treble Ada dalam Bidikan

Hansi Flick

Bayern bak berjudi ketika menunjuknya sebagai pelatih tapi mereka tahu apa yang mereka lakukan dan konsekuensi pilihan tersebut. Perjudian itu berjalan dengan baik sejauh ini.

Bayern kian menggila dengan performa yang terus meningkat, tajam mencetak gol, konsisten bermain, dan bahkan jeda kompetisi akibat pandemi virus corona tak menghentikan performa hebat mereka.

Bayern hingga pekan 31 Bundesliga memuncaki klasemen dengan raihan 73 poin dan diikuti Borussia Dortmund di urutan dua (66 poin). Teranyar Bayern menang 2-1 atas Borussia Monchengladbach via gol Joshua Zirkzee dan Leon Goretzka.

Potensi Bayern meraih treble winners semakin besar musim ini setelah meraihnya pada 2013 di bawah asuhan Jupp Heynckes. Manuel Neuer dkk masih berpeluang meraih trofi di Liga Champions, Bundesliga, dan DFB Pokal.

Bahkan sebelum tiba pada impian treble winners musim ini nama Hansi Flick kian harum bersama Bayern. Statistik dari laman resmi Bundesliga memperlihatkan statistik Hansi Flick yang melebihi dua pelatih top Eropa: Jupp Heynckes dan Pep Guardiola.

Hansi Flick memenangi 25 laga dari 28 laga di seluruh kompetisi dan ini jadi rasio terbaik dari pelatih yang pernah menangani Bayern. Ratio poin per laga Hansi Flick 2,71 melewati Guardiola (2,6) pada musim 2013-14 dan di atas Heynckes (2,7). Wajar jika Hansi Flick dikontrak permanen Bayern hingga 2023.

Guardiola melatih Bayern dari 2013 hingga 2016 dan Heynckes selama tiga periode pada 1987-1991, 2011-2013, dan 2017-18. Mereka berdua meninggalkan warisan masing-masing di Bayern.

Guardiola menjadikan Bayern sebagai tim ofensif dengan permainan menghibur dan penguasaan bola, sementara Heynckes lebih efisien dalam bermain dan menyerang. Kedua pelatih - plus Carlo Ancelotti - berkontribusi atas tujuh titel Bundesliga yang diraih beruntun dalam delapan tahun terakhir.

Namun Hansi Flick berbeda dari keduanya. Namanya tidak populer ketika datang melatih Bayern dan kini sudah memiliki statistik melebihi Guardiola dan Heynckes.

Paham Budaya Klub

Hansi Flick

"Hansi tahu betul mentalitas klub" ujar legenda Bayern yang kini duduk di direksi klub, Olivier Kahn. Hansi Flick memang pernah membela Bayern sebagai gelandang pada medio 1985-1990 dan memenangi empat trofi Bundesliga.

"Pada waktu saya sebagai pemain, hanya keberhasilan yang dihitung. Anda menang 1-0, tidak masalah bagaimana (cara bermainnya). Dewasa ini menang saja tidak cukup."

"Tentu saja, pada akhirnya bergantung dengan raihan trofi. Tapi saya dapat sepenuhnya memahami bahwa Bayern memiliki ambisi untuk melampaui memberikan kemenangan 1-0 kepada penggemar mereka," tutur Hansi Flick.

Titel Bundesliga kedelapan beruntun musim ini tinggal menunggu waktu. Bayern tak terbentung dengan torehan 92 gol dari 31 laga dan hanya sekali gagal mencetak gol di bawah arahan Hansi Flick. 92 gol dan 30 di antaranya dicetak oleh Robert Lewandowski.

Striker asal Polandia kian tajam pada usia 31 tahun dan mengejar rekor 40 gol Gerd Muller di Bundesliga. Lini depan tajam, pertahanan kuat, lini tengah seimbang, dan regenerasi tim berjalan dengan baik: itulah yang sedang terjadi di Bayern besutan Hansi Flick.

Bayern arahannya juga belum memasuki lembaran terakhir. Masih banyak ruang yang dapat dikembangkan oleh tim yang sudah kuat ini.

"Pasti ada ruang untuk perbaikan. Segala yang Anda lakukan, Anda bisa berkembang. Kami tidak memainkan yang terbaik dalam permainan ini, tetapi kami akan melihat kembali dalam pelatihan dan menambah beberapa hal," tutur Alphonso Davies, bek kiri Bayern Munchen.