BolaSkor.com - Bayern Munchen dipastikan gagal mewujudkan ambisinya untuk mempertahankan gelar Liga Champions yang direbutnya musim lalu. Die Roten menjadi korban terbaru dari kutukan yang menghantui juara bertahan di turnamen ini.

Langkah Munchen harus terhenti di babak perempat final. Jawara Jerman tersebut kalah agresivitas gol tandang dari Paris Saint-Germain meski secara agregat imbang 3-3.

Liga Champions memang punya segudang kutukan yang menambah daya tarik turnamen ini. Salah satu yang paling terkenal tentu tren buruk yang mengiringi tim berstatus juara bertahan.

Sejak format modern digelar pada 1992-1993, hanya ada satu tim yang mampu mempertahankan gelar juara. Hal ini membuat kiprah para juara bertahan seperti selalu diiringi kutukan.

Baca Juga:

PSG 0-1 Bayern Munchen: Menang, Sang Juara Bertahan Tetap Tersingkir

7 Fakta Menarik dari Kesuksesan PSG Singkirkan Bayern Munchen

Kylian Mbappe Masih Plin-plan dalam Putuskan Masa Depan

Bayern Munchen

Kutukan ini bertahan selama 14 tahun. Real Madrid mematahkannya usai meraih gelar kedua secara beruntun pada 2016-2017.

Hebatnya, Madrid juga kembali mempertahankan gelarnya lagi semusim berselang. Los Blancos total meraih tiga gelar secara beruntun.

Kesuksesan Madrid itu membuat kutukan juara bertahan mulai terlupakan. Tim-tim yang menyandang status tersebut pasti lebih percaya diri untuk mempertahankan gelar.

Namun dua edisi berlalu setelah kesuksesan Madrid, kutukan juara bertahan kembali memakan korban. Liverpool dan Munchen harus merasakan sulitnya mengikuti jejak El Real.

Liverpool yang berstatus juara bertahan pada musim lalu harus tersingkir di babak 16 besar. The Reds gagal melewati adangan Atletico Madrid.

Pada 2020-2021, Munchen punya modal kuat untuk sekali lagi mematahkan kutukan tersebut. Rekor mentereng pasukan Hansi Flick yang tak terkalahkan saat menjuarai Liga Champions musim lalu menjadi alasannya.

Modal tersebut nyatanya tak cukup bagi Munchen. Thomas Muller dan kawan-kawan secara tragis disingkirkan PSG yang notabene mereka kalahkan di laga final musim lalu.

Rekor juara bertahan

Sejak digelar pada 1992-1993, Liga Champions total memiliki 28 juara bertahan. Dari jumlah tersebut Madrid menjadi satu-satunya tim yang mampu mempertahankan gelar bahkan dua kali secara beruntun.

Selain Madrid, hanya ada empat juara bertahan yang mampu melaju hingga final. Keempat klub yang dimaksud adalah AC Milan (1994-1995), Ajax Amsterdam (1995-1996), Juventus (1996-1997) dan Manchester United (2008-2009).

Tujuh juara bertahan lain hanya mampu melaju sampai semifinal. Jumlah yang sama juga tersingkir di perempat final.

Sementara enam juara bertahan harus terhenti lebih dini di babak 16 besar. Namun itu lebih baik ketimbang Chelsea dan Marseille yang menyandang status terburuk dalam kategori ini.

Chelsea menjadi satu-satunya juara bertahan yang tersingkir di fase grup pada 2012-2013. Sementara Marseille yang menjuarai edisi 1992-1993 gagal mempertahankan gelar dilarang tampil pada musim depannya karena tersangkut kasus pengaturan skor.