BolaSkor.com - Bek Bali United, Leonard Tupamahu siap mendukung program Pemerintah Republik Indonesia tentang vaksinasi COVID-19. Leonard berharap langkah ini bisa membuat Liga 1 bergulir kembali.

Seluruh kegiatan olahraga profesional sejauh ini belum mendapat lampu hijau dari pemerintah. Terbaru, Indonesia Basketball League (IBL) 2021 resmi ditunda sebagai imbas dari Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Liga 1 pun tak kalah ngenes. Harapan memutar kompetisi pada awal bulan Februari 2021 dipastikan kandas lantaran izin belum didapat. Masalah utamanya adalah angka warga terpapar COVID-19 terus meningkat, hingga izin sulit diberikan.

Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya pemerintah agar lonjakan tak terus terjadi. Jika angka warga yang terpapar COVID-19 mengalami penurunan, izin kegiatan olahraga profesional bisa saja diterbitkan.

Terkait hal itu, Leonard mendukung program vaksinasi COVID-19. Termasuk jika nanti atlet dan pelatih mendapat prioritas untuk lebih dulu dilakukan vaksinasi.

Baca Juga:

Gelandang Bali United Cerita soal Sikap Shin Tae-yong

Bek Bali United Butuh Jaminan soal Vaksin COVID-19

"Kalau memang itu (vaksin) sudah oke dan memang yang terbaik agar atlet-atlet, khususnya sepak bola, Liga 1 bisa bergulir lagi, (saya) setuju untuk vaksin," terang Leonard, Senin (11/1).

Leonard sudah rindu merasakan kompetisi. Terlalu lama bagi para pesepakbola menanti pertandingan resmi kembali bergulir. Di Asia Tenggara saja, mayoritas negara sudah memutar kompetisi dengan protokol kesehatan.

Selama Bali United libur latihan, Leonard tetap melakukan latihan. Hanya Leonard mengakui intensitas latihan tak setinggi ketika dia berada di Bali United, dengan pengawasan dan program dari tim pelatih.

"Jujur saja selama tim libur ini, saya cuma melakukan terapi penguatan buat engkel dan lutut. Saya cuma main fun match sama sepedaan saja," tutur Leonard.

Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang disuntik Vaksin COVID-19. Setelah itu, dilanjutkan tenaga kesehatan, kepala daerah hingga tokoh masyarakat. Kemenpora sudah mengusulkan agar atlet dan pelatih diprioritaskan mengingat padatnya agenda olahraga tahun ini. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)