BolaSkor.com - Inter Milan semakin dekat mengamankan Scudetto atau titel Serie A 2020-2021. Pada pekan 34 Serie A di markas Crotone, Sabtu (01/05) malam WIB, Il Nerazzurri menang 2-0 melalui gol Christian Eriksen dan Achraf Hakimi.

Inter baru bisa mencetak gol di babak kedua menghadapi Crotone yang bermain rapat dan menumpuk pemain bertahan di lini belakang. Kemenangan itu menambah poin Inter menjadi 82 dari 34 laga.

Inter bahkan dapat mengamankan Scudetto yang terakhir diraih pada 2010 tanpa harus bertanding jika Atalanta kalah melawan Sassuolo (bermain pada 02/05 pukul 20.00 WIB).

Terlepas dari penantian Scudetto itu, Inter bermain sabar untuk urusan mencetak gol dan hal itu diakui oleh bek klub, Stefan de Vrij. Inter mempelajarinya dari sang pelatih Antonio Conte, yang uniknya kala bertanding di area teknik sering terlihat sebagai sosok yang ekspresif - tidak terlihat seperti sosok yang sabar.

Baca Juga:

Crotone 0-2 Inter Milan: Nerazzurri Sejengkal Menuju Scudetto

Inter Bisa Raih Scudetto Akhir Pekan Ini, Conte Tak Mau Ada Kejutan

Antonio Conte Dianggap Lebih Baik ketimbang Van Gaal dan Mourinho

Antonio Conte

"Langkah yang kami buat tahun ini adalah kami belajar untuk memiliki kesabaran, tidak stres atau panik, cepat atau lambat kami tahu bahwa kami akan mencetak gol, dan itulah yang terjadi hari ini," kata De Vrij kepada Inter TV.

"Saya tidak berpikir kami merasakan tekanan menjadi pemimpin (klasemen). Kami berkonsentrasi di lapangan dan saya pikir kami benar-benar berkembang.

"Kami membawa pulang kemenangan penting. Sangat menyenangkan bagi kami untuk bekerja sama di pertahanan, karena kami sudah saling kenal selama bertahun-tahun sekarang dan memainkan begitu banyak pertandingan. Kami terus mengasah hubungan itu dan kami banyak berkomunikasi di lapangan. Kami telah meningkat pesat."

"Saya merasa bahwa saya juga meningkat secara individu, belajar banyak. Saya senang dengan kemajuan yang telah saya buat, tetapi masih ada jalan panjang di depan saya. Anda tidak pernah berhenti belajar," urai eks pemain Lazio itu.

Kerja Keras Inter

Antonio Conte menilai hasil yang dicapai Inter sejauh ini sebagai buah kerja keras sepanjang musim, dari tim kandidat juara, menyalip AC Milan hingga mengakhiri dominasi Scudetto sembilan kali beruntun Juventus.

"Saya pikir musim kami berasal dari pertumbuhan yang konstan dari tim di setiap area, termasuk mentalitas, berbagi visi dan mengalaminya secara intens. Sekarang mereka yang bermain atau berada di bangku cadangan, mereka masih membentuk tim yang kuat," tambah Conte.

"Kami tahu bahwa kami dapat tetap berada dalam sejarah Inter, karena kami secara efektif meruntuhkan dominasi sembilan tahun (Juventus). Ini memuaskan dan para pemain pantas mendapatkan selamat."

Conte juga menilai para pemain juga memiliki mentalitas kuat untuk menjadi juara Italia, serta siap melakukan pengorbanan untuk berkembang.

"Kami harus melalui perjalanan ini untuk menang dan dianggap sebagai pemenang. Ada pengorbanan yang harus dilakukan, budaya yang harus dikembangkan, dan kadang-kadang menyerah begitu banyak untuk mencapai sesuatu yang luar biasa," lanjut Conte.

"Tidak semua orang siap melakukan itu. Saya menemukan banyak pemuda di sini yang semuanya ingin berada di posisi yang sama dan bekerja sama untuk menjadi bagian dari sejarah Inter."

"Saya memberi tahu para pemain, jika Anda menang, maka Anda akan ada dalam sejarah klub ini. Jika tidak, maka Anda bisa menghabiskan tiga, tujuh tahun atau lebih di sini dan menjadi salah satu dari banyak. Saya tidak melakukannya. tidak harus meyakinkan mereka dengan sangat keras, mereka sudah tahu itu."