BolaSkor.com - Essam El-Hadary. Nama yang tidak tenar seperti halnya Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar, namun bagi rakyat Mesir El-Hadary sudah setenar - satu tier - Mohamed Salah atau sang legenda: Mido.

Sepanjang kariernya El-Hadary tidak pernah bermain di klub top Eropa, tetapi ia pernah bertualang di Swiss, Sudan, Arab Saudi selain di Mesir, memenangi tiga titel Piala Afrika beruntun dengan Mesir pada 2006, 2008, dan 2010.

Beberapa klub yang pernah dibelanya adalah Al-Ahly, Sion, Al Merreikh, dan terakhir pada 2019 bersama Nogoom. Di tanah kelahirannya El-Hadary dikenal dengan julukan The High Dam (Bendungan Tinggi).

Bukan tanpa alasan, El-Hadary memiliki postur tubuh dengan tinggi badan 1,90 meter dan tangan yang panjang, sosoknya yang besar membuat segan lawan. Kini El-Hadary memutuskan gantung sarung tangan alias pensiun.

Baca Juga:

Nostalgia - Mengenang Mineirazo, Ketika Samba Brasil Dipermalukan Panzer Jerman

4 Pahlawan Nasional bagi Timnas di Ajang Piala Dunia

Arsene Wenger Ingin Piala Dunia dan Piala Eropa Digelar Dua Tahun Sekali

Essam El-Hadary

"Saya mulai dari awal .. Saya menetapkan mimpi dan berjuang untuk itu, dan ambisi selalu menjadi tujuan tertinggi saya ... dan ambisi akan tetap menjadi pemimpin saya untuk menulis sejarah baru setelah saya pensiun dari sepak bola," tutur El-Hadary di Twitter resmi @ElHadary.

Memiliki 159 caps dengan timnas Mesir yang sudah dibelanya dari 1996 hingga 2018, salah satu momen emas El-Hadary yang disoroti oleh FIFA terjadi pada Piala Dunia 2019.

Mesir melawan Arab Saudi di fase grup dan El-Hadary menepis penalti pemain Arab Saudi. Kala ia bermain El-Hadary memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh kiper Kolombia, Faryd Mondragon.

Pada Piala Dunia 2018 El-Hadary juga menorehkan catatan emas dalam sejarah Piala Dunia. Dia jadi pemain tertua dalam Piala Dunia yang bermain pada usia 45 tahun 161 hari. El-Hadary meninggalkan warisan di Piala Dunia yang sulit dilewati dan kini ia fokus di karier kepelatihan.

"Saya tidak akan bergabung dengan klub mana pun dan semua rumor ini sepenuhnya salah. Saya mengambil banyak kursus di Eropa dan masa percobaan dengan beberapa tim kelas dunia. Dan sekarang, terima kasih atas dukungan Anda, saya siap untuk memulai karir kepelatihan saya," tutur El-Hadary.

"Saya ingin berterima kasih kepada rekan satu tim saya, yang telah berbagi lapangan dengan saya selama beberapa generasi. Saya juga ingin berterima kasih kepada setiap pelatih yang pernah bekerja dengan saya serta staf administrasi dan medis."

"Dan kepada semua pekerja, yang saya anggap sebagai saudara, yang membantu saya sepanjang karier saya. Dan terima kasih khusus untuk negara saya, Mesir. Saya berharap suatu hari bisa menutup tirai karier sepak bola saya dan melihat ke belakang tanpa penyesalan," urai dia.