BolaSkor.com - Mantan gelandang AC Milan, Kaka, menceritakan satu di antara momen paling mengerikan saat masih aktif bermain. Kaka mengaku, pertemuan kedua melawan Liverpool di final Liga Champions membuatnya ketakutan.

AC Milan selangkah lagi memenangi Liga Champions 2005 setelah unggul 3-0 melawan Liverpool. Namun, The Reds tidak begitu saja mengibarkan bendera putih.

Liverpool mencetak tiga gol melalui Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso. Pada adu tendangan penalti, kegagalan Andriy Shevchenko menjadi petaka bagi Milan.

Baca Juga:

Tensi Panas pada Latihan AC Milan, Zlatan Ibrahimovic Tersulut Emosi

Ibrahimovic Beri Isyarat Tinggalkan Milan Akhir Musim Ini

Satu Syarat Zlatan Ibrahimovic Bersedia Perpanjang Kontrak di AC Milan

Dua tahun kemudian, AC Milan kembali bersua Liverpool pada final Liga Champions di Athena. Pertandingan tersebut berjalan tak mudah bagi Rossoneri.

Milan unggul 2-0 berkat gol yang dikreasikan Filippo Inzaghi. Kemudian, Dirk Kuyt memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-89.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar suporter Milan termasuk Kaka berada dalam ketakutan. Kaka takut Milan mengulang tragedi pada 2005, gagal meraih gelar Liga Champions meski unggul terlebih dahulu.

"Itu mengerikan ketika mereka mendulang gol karena memori pada 2005 kembali. Sama seperti mereka mencetak gol, Anda akan berpikir seperti 2005. Itu adalah pertempuran emosional yang hebat," umbar Kaka seperti dikabarkan Daily Star.

"Itu adalah pertarungan keinginan dan kami merasakan ketakutan. Untungnya, kami bisa bertahan dan merayakan pada akhir pertandingan," tambahnya.

Kaka mengakui, kekalahan melawan Liverpool menjadi mimpi buruknya hingga saat ini. Kaka tidak pernah berpikir kemenangan pada 2007 sebagai ajang balas dendam.

"Itu pertanda dari Tuhan, bukan kebetulan. Jauh dari lubuk hati, kami berpikir apakah tim yang sama akan mengalahkan kami lagi di final," ujar Kaka.

"Saya tidak suka menyebutnya sebagai balas dendam. Saya pikir itu terlalu jauh. Namun, itu adalah hal luar biasa dan ajaib," ungkapnya.

Bila dibandingan saat ini, prestasi Liverpool dan Milan terpaut jarak yang cukup jauh. The Reds meraih gelar Liga Champions pada musim lalu, sedangkan Milan terseok-seok di Serie A.