BolaSkor.com - Persebaya Surabaya menatap serius rivalitas klasik tim perserikatan yang tersaji pada laga ketiga seri pertama Liga 1 2021/2022 akhir pekan ini. PSM Makassar yang akan menjadi lawan berikutnya dinilai sebagai tim tangguh. Meski begitu, Persebaya bertekad kembali mengamankan poin penuh.

Pelatih Persebaya Aji Santoso mengaku telah melakukan evaluasi usai meraih kemenangan 3-1 atas PS Tira-Persikabo (11/9) lalu. Kelebihan dan kelemahan Persebaya dalam pertandingan tersebut telah dibenahi sebelum menghadapi Juku Eja, julukan PSM.

"Mereka tim bagus. Banyak diperkuat pemain-pemain yang berkualitas, terbukti di dua laga awal mereka selalu mendapatkan poin. Artinya Persebaya tidak boleh menganggap enteng PSM. Karena itu, anak-anak harus fight untuk mendapatkan poin yang maksimal," ucapnya.

Baca Juga:

Menang Lawan PSS, Pemain Persiraja Diguyur Bonus Puluhan Juta Rupiah

Persija Belum Menang, Marko Simic Singgung Liga 1 2019

Para pemain tim asal Kota Pahlawan tersebut lantas digenjot materi taktikal untuk mengatasi PSM. Apalagi kondisi para pemain Persebaya yang berlaga di pertandingan kedua tidak ada kendala.

"Kondisi pemain semua dalam keadaan baik. Yang main kemarin kondisinya semua tidak ada masalah. Semua dalam keadaan yang bagus," jelas Aji.

"Latihan kami juga sudah mulai persiapan menuju ke pertandingan melawan PSM. Anak-anak dari awal sampai akhir lebih banyak ke latihan taktikal," sambung pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut.

Target Clean Sheet

Di sisi lain, kiper Ernando Ari Sutaryadi mengusung motivasi tinggi. Pemain asal Semarang tersebut baru saja dinobatkan sebagai Best Young Player Pekan Kedua dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Kiper berusia 19 tahun tersebut tampil gemilang ketika menghadapi TIRA-Persikabo. Laga itu seolah menjadi jawaban atas kritikan yang sempat diterimanya usai Persebaya takluk 1-3 dari Borneo FC.

"Tentu saya bersyukur karena mendapat predikat tersebut. Saya tidak lupa dibalik semua yang saya raih ini ada bantuan dari teman-teman tim, pelatih, ofisial dan doa orang tua. Saya berterima kasih kepada teman-teman dan semua yang support saya," ujar Nando, sapaan akrabnya.

"Saya tidak terlalu memikirkan tentang kritikan tersebut. Yang terpenting adalah main untuk orang tua, tim dan kalau pun kita mikirnya bermain untuk keluarga, kita pasti mati-matian untuk mendapatkan kemenangan itu. Intinya cuma buktikan siapa diri kita di lapangan," sambungnya.

Tak hanya itu, Nando juga mematok target mencatatkan clean sheet di laga berikutnya. Peluangnya untuk kembali tampil mengawal gawang Bajol Ijo masih terbuka. Sebab, belum ada tanda-tanda kiper Satria Tama dapat diturunkan.

"Semoga bisa clean sheet dan juga mendapatkan tiga poin," tandasnya. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)