BolaSkor.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, menyebut membela PSM Makassar menjadi hal yang paling berkesan ketika masih aktif sebagai pemain. Ia membeberkan alasannya mengapa PSM memberikan kesan paling indah di hati.

"Saya paling berkesan membela klub ya saat membela PSM. Di sana saya membawa PSM juara Liga Indonesia 1999-2000. Saya jadi pemain terbaik kompetisi. Namun, hal yang paling berkesan tentu saya tidak pernah mendapat kartu kuning atau merah selama kompetisi. Kalau tidak salah 30 pertandingan dijalani," kata Bima Sakti saat bincang-bincang live Instagram bersama BolaSkor.com.

"Padahal ketika itu posisi saya sebagai gelandang bertahan. Saya selalu main 90 menit. Kalau sekarang gelandanng bertahan satu-dua pertandingan sudah mendapat kartu kuning, bahkan merah. Saya saat itu tidak, saya sangat bersyukur sekali," tambahnya.

Baca Juga:

Bima Sakti Jelaskan Pentingnya Kompetisi Usia Muda bagi Sepak Bola Indonesia

Kisah Pembentukan Timnas Indonesia U-16, Pendekatan Emosional hingga Peran Orang Terdekat

Bima Sakti memang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik Indonesia. Ia sudah malang melintang membela klub Tanah Air, sebut saja PKT Bontang, PSM Makassar, Persema Malang, PSPS Pekanbaru, Persegres Gresik, hingga Persiba Balikpapan.

Ia juga menjadi kapten Timnas Indonesia di 1990-an akhir. Bima Sakti juga pernah mengikuti progam PSSI Primavera ke Italia pada 1993. Ia pun pernah mencicipi membela klub Swedia, Helsingborg IF pada 1990-an awal.