Rio de Janiero - Kevin-Prince Boateng dan Sulley Muntari harus pulang lebih awal dari Piala Dunia 2014. Boateng pun mengungkapkan bahwa kinerja staf Ghana selama Piala Dunia sangatlah buruk. Bersama Sulley Muntari, Boateng dipulangkan lebih awal karena dituduh telah menghina pelatih Ghana James Appiah. Sedangkan Muntari dituding menyerang salah seorang staf Federasi Sepak bola Ghana (GFA). Insiden itu terjadi sebelum laga grup terakhir Grup G melawan Portugal di mana Ghana takluk 1-2 untuk memastikan mereka tersingkir dari turnamen dengan menduduki posisi juru kunci. Boateng baru setahun lalu comeback sejak mengumumkan pensiun dari timnas Ghana pada 2011. Namun, GFA dinilai Boateng tidak memenuhi janji yang dibuat kepadanya. "Segalanya, hotel dan penerbangan, semuanya tidak ditangani dengan baik. Presiden GFA sempat menemui saya di Milan dan memohon supaya saya mau bermain lagi untuk Ghana. Dia berjanji akan ada banyak perbaikan dalam aspek penerbangan, organisasi, dan persiapan. Dia ingkar janji. Pada akhirnya saya tetap tidak puas," ungkap Boateng dilansir Guardian. "Sejak hari pertama persiapan hingga akhir merupakan sebuah mimpi buruk. Kami terbang ke pusat pelatihan pertama dari Amsterdam ke Miami. Kami terbagi atas dua kelompok, sejak saat itu tidak ada waktu luang. Grup pertama terbang lewat Atlanta, yang lain lewat New York. Kami duduk sembilan jam di bandara dari total 19 jam di jalan," tambah Boateng. Sebanyak tiga juta dolar AS tunai diterbangkan ke Brasil sebagai bonus untuk para pemain Ghana. Boateng heran bagaimana bisa GFA tidak memiliki dana untuk memperbaiki fasilitas untuk para pemainnya. "Pernerbangan dari Miami ke Brasil sepekan kemudian menghabiskan 12 jam dan kami duduk dan konsentrasi di kelas ekonomi. Kaki saya sakit sekali. Mungkin terdengar aneh buat orang biasa, tapi bagi seorang atlet kompetitif itu adalah hal yang memalukan. Sedangkan presiden GFA duduk di kelas bisnis dengan istri dan kedua anaknya. Kemudian di Brasil, kami akhirnya mencarter sebuah pesawat tapi barang-barang saya hilang. Dua hari tanpa memakai sepatu sepakbola, sungguh bencana." "Itu adalah persoalan terkecil. Segalanya terakumulasi selama sebulan. Murni bencana. Kondisi latihan dan opsi tidur yang buru, saya heran di mana aliran uang lainnya," Boateng memungkasi.