BolaSkor.com - "Ini baru permulaan. Masih banyak rekor yang harus saya pecahkan. Saya memiliki niat untuk memecahkan rekor sebanyak mungkin," kata Moise Kean setelah laga timnas Italia kontra Finlandia.

Bermain untuk klub sebesar Juventus dan membela timnas Italia, mungkin nama Moise Kean masih asing di telinga pencinta sepak bola. Bukan tanpa alasan, Kean memang masih minim jam terbang.

Juventus bukanlah klub yang hobi memainkan pemain muda. Lihat saja dalam daftar pemain mereka musim ini, praktis hanya ada dua pemain yang berusia di bawah 23 tahun.

Pun demikian selama beberapa musim terakhir. Hanya Paul Pogba yang mendapat kepercayaan sejak masih berusia remaja, dan sekarang dia telah pindah ke Manchester United.

Baca Juga:

Hasil Kualifikasi Piala Eropa: Spanyol dan Italia Raih Hasil Positif

Cetak Dua Gol ke Gawang Udinese, Moise Kean Samai Torehan Giuseppe Galderisi

Debut Moise Kean

Oleh sebab itu, rasanya para penggemar Serie A terheran-heran ketika bocah bernomor punggung 34 bersiap di pinggir lapangan pada laga kontra Pescara, 19 November 2016.

Pemuda tersebut masuk menggantikan Mario Mandzukic ketika laga menyisakan enam menit. Sejarah pun mencatat, sang pemuda merupakan pemain kelahiran setelah 2000 pertama yang tampil di liga top Eropa.

Moise Bioty Kean, demikian orang tuanya memberi nama bocah itu. Berkewarganegaraan Italia, darah Pantai Gading mengalir dalam tubuh pria yang menggunakan nama Kean di punggungnya.

Tiga hari berselang, Moise Kean kembali mencatat sejarah. Kean yang masih berusia 16 tahun menjadi pemain kelahiran setelah 2000 pertama yang bermain di Liga Champions.

Moise Kean menutup musim 2016-2017 dengan gol debut untuk Juventus saat melawan Bologna. Lagi-lagi, dia menjadi pemain kelahiran setelah 2000 pertama yang mencetak gol di liga top Eropa.