BolaSkor.com - Target mencuri poin yang dicanangkan Borneo FC kala menantang Arema FC, bukan isapan jempol belaka. Dejan Antonic sudah membuktikan bahwa tim asuhannya juga bisa mengatasi tekanan besar kala menghadapi Arema FC di depan puluhan ribu Aremania, Sabtu (12/8) malam WIB.

Meski demikian, Dejan menyebut hasil imbang 2-2 di Stadion Kanjuruhan diakui dengan cukup berat. Khususnya ketika harus menerima beberapa keputusan Wasit Faulur Rosy asal Aceh yang cukup menjengkelkan.

"Itu wasit berbuat seperti itu, kalau di sini mungkin ada hukumnya. Dua gol Arema membuat kami marah," beber Dejan Antonic.

Gol penalti Konate Makan pada menit 52, terjadi lantaran adanya pelanggaran di kotak terlarang, meski bola sudah berada di sisi kiri pertahanan Borneo FC. Sedangkan gol kedua juga dibukukan Konate melalui tendangan bebas pada menit 70, imbas dari pelanggaran sepele namun berada sedikit di garis kotak penalti.

Borneo FC pun merespons dua gol bola mati tim tuan rumah dengan cara yang tepat. Melalui skema permainan terbuka, Matias Ruben Conti dua kali membalas gol Arema lewat sundulan kepalanya pada menit 66, dan satu tendangan keras saat laga menyisakan tujuh menit terakhir.

"Saya pikir keberhasilan kami mencuri satu poin di Kanjuruhan cukup berat. Sehingga, hasil imbang adalah sesuatu yang adil bagi maupun Arema," kata Dejan.

Meski hanya satu angka, namun euforia yang dilakukan Dejan dan anak buahnya seperti layaknya memenangi pertandingan dengan tiga poin di tangan.

"Anda tahu sendiri, kami kesini dengan beberapa pemain yang cedera dan sanksi. Jadi memang cukup berat mengambil poin di sini," tutupnya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)