BolaSkor.com - Manajer Bournemouth, Eddie Howe, mewaspadai efek kedatangan Mikel Arteta di Arsenal jelang bentrok kedua tim di Boxing Day pekan 19 Premier League. Menurut Howe, pengalaman melatih acapkali tidak berpengaruh dalam pertandingan.

Bournemouth akan menjamu Arsenal di Dean Court pada pekan 19 Premier League, Kamis (26/12) pukul 22.00 WIB. Laga itu akan menjadi debut bagi Arteta sebagai manajer The Gunners yang ditunjuk menggantikan Unai Emery.

Karier kepelatihan Arteta masih 'hijau' di dunia sepak bola Eropa. Dalam tiga tahun terakhir, Arteta menjadi asisten manajer Pep Guardiola di Manchester City. Akan tapi menurut Howe, Arsenal tetap jadi tim yang berbahaya meski baru dilatih Arteta.

Baca Juga:

Sepotong Janji Mikel Arteta untuk Arsenal

Mikel Arteta dan 4 Mantan Pemain Arsenal yang Banting Setir ke Dunia Kepelatihan

3 Alasan Arsenal Lebih Baik Absen di Kompetisi Eropa Musim Depan

Mikel Arteta

"Ini bukan soal dia (Arteta) sebagai manajer baru Arsenal. Ini soal pemain kedua tim, bagaimana kami menerapkan apa yang harus kami lakukan untuk mengalahkan melawan Arsenal," tutur Howe sebagaimana dilansir Reuters.

"Mengenai pengalaman, seperti yang saya alami ketika pertama kali melatih memang akan muncul saat Anda berhadapan dengan manajer lain. Namun itu semua tak akan memengaruhi pertandingan," lanjutnya.

Howe melihat Arteta sebagai manajer yang cerdas, khususnya setelah belajar langsung dari Guardiola dari medio 2016 hingga 2019. Arteta juga mengenal kultur Arsenal karena pernah bermain di sana pada medio 2011-2016.

"Dia melatih sebuah klub fantastis dengan pemain-pemain hebat dan dia punya pandangan serta filosofi permainan tersendiri," pungkas manajer berpaspor Inggris tersebut.

Bournemouth tak memiliki rekor bagus ketika mentas melawan Arsenal. Dalam 10 pertemuan terakhir di seluruh kompetisi, Bournemouth hanya menang sekali (imbang sekali dan kalah delapan kali) pada 2018 melalui skor 2-1.

Soal posisi, Arsenal kini ada di atas Bournemouth pada urutan 11 klasemen, meraih 23 poin, dan Bournemouth di urutan 14 dengan raihan 19 poin.