BolaSkor.com - Build trust in society. Kalimat ini muncul saat pengumuman penunjukkan kembali Maruarar Sirait sebagai Ketua Steering Committee Piala Presiden 2019 dan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (27/2) malam.

Kalimat ini menarik di tengah persoalan sepak bola Indonesia, khususnya di tubuh PSSI. Penangkapan pengurus PSSI seperti Dwi Irianto (Komisi Disiplin), Johar Lin Eng (Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah), Mansyur Lestaluhu (Direktur Penugasan Wasit), hingga Joko Driyono (Plt Ketua Umum), kian membuat PSSI berada di titik nadir.

Mereka ditangkap terkait penyelidikan Satgas Anti Mafia Bola menyoal pengaturan pertandingan atau match fixing dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Diantaranya sudah diserahkan ke Kejaksaan.

PSSI, lebih tepatnya orang di dalam yang menjalankan roda organisasi, mulai kehilangan kepercayaan dari publik. Citranya mulai kabur dalam pandangan pecinta olahraga yang paling populer di Indonesia.

Kasus ini juga makin memunculkan wacana kongres, yang mengandung harapan bersih-bersih di tubuh PSSI.

MoU antara Piala Presiden dengan PricewaterhouseCoopers (PwC). (BolaSkor.com/Frengky Aruan)



Build trust in society atau membangun kepercayaan dalam masyarakat menjadi nilai PricewaterhouseCoopers (PwC) sebagai auditor Piala Presiden 2019. Bagi PwC, ini merupakan tahun keempat membantu Piala Presiden, sebuah turnamen yang awalnya muncul untuk mengisi kekosongan lantaran sanksi FIFA terhadap sepak bola Indonesia, 2015 silam.

PWC hadir untuk menjalankan sekaligus mencapai tujuan salah satu pilar dalam penyelenggaraan Piala Presiden, transparansi. Pilar lain yang juga menopang dan ingin dicapai yakni fairplay, prestasi, hiburan rakyat, ekonomi rakyat, dan industri yang maju.

Baca Juga: Kembalinya Mazhab Sepak Bola Pemersatu Bangsa dan Hiburan Rakyat di Tengah Fanatisme Pemilu

"Ada kriteria yang jelas dan yang spesifik, kami minta satu akun untuk penerimaan dan pengeluaran keuangan. Seminggu sebelum kick-off, waktu menetapkan sebagai awal proses dan seminggu setelah final semua ditutup, di mana dokumen, bukti, voucher, kwitansi harus tersedia. Kami akan pastikan semua terdokumentasi dan punya bukti kuat," kata Lok Budianto dari PwC, demi tercapainya transparansi dalam hal keuangan Piala Presiden 2019.

Kehadiran suporter Persebaya Bonek dan Boneka untuk penderita kanker. (BolaSkor.com/Kurniawan)

Tugas PWC menunjukkan transparansi semakin diperkuat dengan hadirnya data pada menit ke-75. Jumlah penonton, pendapatan tiket, hingga jumlah pedagang ditampilkan dan tentu sekaligus menjadi bukti berjalannya pilar lain, hiburan rakyat dan ekonomi kerakyatan.

Sedikit informasi, sepanjang penyisihan grup di lima kota jumlah penonton yang hadir mencapai 195.535 orang dengan pendapatan total Rp 5.056.672.275. Sementara data pedagang kaki lima dan asongan mencapai 2.883.

Baca Juga: Maruarar Sirait Terima Penunjukkan sebagai SC Piala Presiden dengan Syarat

Di Piala Presiden, transparansi saja tidak cukup. Fairplay turut menjadi tonggak, yang ditonjolkan.

Fairplay memang mutlak dalam penyelenggaraan kompetisi. Sedikit saja tercoreng tentu akan ada yang dipertaruhkan.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait. (pialapresiden.id)

"Habisi," kata Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait mengulang Presiden Joko Widodo atau Jokowi, soal praktik pengaturan pertandingan dan suap.

Ara tidak main-main soal pilar-pilar yang menopang Piala Presiden. Khusus transparansi dan fairplay, Maruarar Sirait sudah jauh-jauh hari mengingatkan agar dikedepankan.

"Kalau tidak, saya tidak di kursi ini. Saya akan bereaksi kalau tidak dijalankan sesuai yang disepakati," tegasnya.

Baca Juga: Hadiah Piala Presiden 2019 Alami Peningkatan, Ini Rinciannya

Bisa dimaklumi jika Piala Presiden ingin terus mendapatkan kepercayaan, termasuk sebagai ajang bergengsi.

Kepercayaan yang juga tentu ingin dikembalikan terhadap PSSI. Termasuk suporter, yang sempat punya citra jelek dan kadang begitu melekat sehingga hal baik menjadi tak terlihat.

Jadi, mari bangun kepercayaan. Semoga prestasi dan industri sepak bola yang positif mengikuti dan berkelanjutan.