BolaSkor.com - FIFA, selaku Federasi Sepak Bola Tertinggi Dunia, beberapa waktu lalu mengonfirmasi melalui ucapan Presiden, Gianni Infantino, akan merevisi kuota untuk pemain pinjaman yang dipinjamkan klub induk ke klub lainnya.

Pembatasan itu coba dilakukan karena sistem pinjam-meminjam pemain saat ini sudah tidak terkontrol, keluar batasan dari esensi peminjaman tersebut. Klub melihat keuntungan dari penjualan pemain pinjaman tersebut.

Sewajarnya, klub meminjamkan pemain untuk menambah jam bermainnya di klub lain karena kesulitan masuk ke dalam tim utama, sekaligus memberinya kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Tapi dewasa ini, klub menyekolahkan pemainnya untuk meraup keuntungan.

Baca Juga:

Menilik Pemain-pemain yang Dapat Dipanggil Chelsea Pasca Diberi Hukuman oleh FIFA

FIFA Siapkan Perubahan Regulasi Peminjaman Pemain, Loan Army Chelsea Terancam

Pertama, mereka meminjamkan pemain dengan opsi pembelian di dalam kontrak agar bisa mendapatkan keuntungan dari penjualannya, apabila klub yang meminjam pemain ingin mempermanenkan kontraknya.

Kedua, tidak ada klausul, tapi pemain kembali ke klub induk yang kemudian menjualnya dengan harga tinggi, setelah pemain berkembang dan menarik atensi pemandu bakat klub lain. Dalam hal ini, pemain selayaknya komoditas panas siap jual mahal di bursa transfer.

Chelsea dikenal dengan istilah "loan army" karena banyak meminjamkan pemain ke klub lain. Tapi jangan salah, Chelsea bukan satu-satunya klub dengan status raja pinjaman di Eropa. Malah, klub-klub Italia, termasuk Juventus, lebih berpengalaman mengenai hal tersebut.

Berikut lima besar klub-klub yang paling banyak meminjamkan pemainnya di Eropa:

(berlanjut ke halaman berikutnya)