BolaSkor.com - Mantan pemain Liverpool, Danny Murphy, mengomentari penunjukkan Erik ten Hag sebagai manajer Manchester United. Menurutnya, ada nama lain yang lebih cocok menukangi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.

Manchester United memilih Erik ten Hag untuk berada di belakang kemudi mulai musim depan. Eks juru taktik Ajax Amsterdam itu diyakini mampu membawa Man United kembali ke jalur prestasi.

Namun, Murphy merasa seharusnya Manchester United mempertimbangkan nama lain. Dia adalah Gareth Southgate yang menunjukkan perkembangan apik bersama tim nasional Inggris. Apalagi, jika Man United juga bisa mendatangkan tangan kanan Southgate, Steve Holland.

"Gareth Southgate dan Steve Holland. Saya pikir mereka telah melalui perjalanan jauh. Kerja sama yang telah dicapai di Inggris dan cara menangani pemain besar," ungkap Murphy seperti dilaporkan talkSPORT.

Baca Juga:

Pemain Terbaik Man United Tak Dipanggil Timnas Spanyol, Enrique Beberkan Alasannya

Incaran Manchester United Dapat Sanjungan dari Pelatih Timnas Belanda

Frenkie de Jong Bawa Kabar Baik untuk Manchester United

Rekam jejak Southgate bersama The Three Lions memang cukup apik. Ia membawa Inggris menembus semifinal Piala Dunia 2018. Sementara itu, pada Piala Eropa 2020, Harry Kane dan kolega melaju hingga final.

"Southgate berkembang pesat menjadi manajer sepak bola yang sangat cerdas dan Steve berada di sisinya. Menurut saya, mereka akan melakukan pekerjaan hebat di klub besar."

Murphy juga menilai Manchester United keliru memilih Erik ten Hag. Apalagi, Ten Hag tidak paham dengan sepak bola Inggris.

"Apa yang dibutuhkan Man United bukan hanya di dalam lapangan. Mereka tentu akan dinilai berdasarkan itu, tetapi pada awalnya Man United butuh sosok yang menyatukan skuad. Selain itu, ia juga perlu menciptakan persatuan, atmosfer, dan gairah di Inggris," ujar Murphy.

Murphy ragu kepada Ten Hag kerena belum pernah menangani pemain besar di klub yang besar. Meskipun, ia tidak menampik Ten Hag sukses bersama Ajax Amsterdam.

"Menurut saya, apa yang dilakukan Ten Hag luar biasa. Dia meraih titel tiga atau empat kali bersama Ajax. Namun, dia tidak pernah mengelola pemain dan klub besar. Jika tidak pernah, bagaimana Ten Hag tahu cara mengelolanya."