BolaSkor.com - Pelatih timnas Brasil, Tite, sama sekali tidak setuju dengan gagasan yang menilai Neymar tampil bagus sebagai penyerang sayap. Menurutnya Neymar bisa mengembangkan kreativitasnya sebagai penyerang tengah.

Hujan kritikan bak sarapan bagi Neymar khususnya di PSG (Paris Saint-Germain). Sejak memecahkan rekor transfer dunia - dan bertahan sampai saat ini - pada 2017, Neymar dinilai tak pernah tampil optimal di PSG seperti saat di Barcelona.

Saat ini di usia 30 tahun rumor kepergiannya dari PSG muncul. Teori pun bermunculan mengenai alasan penampilan inkonsisten Neymar, termasuk salah satunya posisi bermain yang salah.

Eks pemain Santos pernah sukses memenangi treble winners dengan Barcelona besutan Luis Enrique, kala itu ia bermain sebagai penyerang sayap kiri dengan Luis Suarez di tengah dan Lionel Messi di kanan.

Baca Juga:

Angel Di Maria Meragukan, Juventus Justru Berpeluang Dapatkan Neymar

Presiden PSG Tidak Berani Garansi Masa Depan Neymar

Ingin Hengkang dari PSG, Neymar Harus Berkorban

Posisi yang sama dimainkannya di PSG dengan Kylian Mbappe di tengah dan Messi di kanan, tapi Tite yang mengenalnya di Brasil bersikeras menilai Neymar sebagai penyerang tengah.

Dalam posisi itu pengguna nomor punggung 10 di Brasil dapat mengembangkan kreativitasnya. Neymar bukan penyerang tengah yang mengonversi peluang dari rekan setim jadi gol, tapi ia juga pengatur serangan di posisi itu.

Tite pun menilai hanya keledai (bodoh) yang menempatkannya sebagai penyerang sayap.

“Dia (Neymar) bukan masalah, dia solusi. Mereka mengatakan Neymar akan membuat lebih banyak kesalahan bermain di sana (winer). Tapi posisinyalah yang membuatnya membuat lebih banyak kesalahan, karena semua yang dia lakukan dalam hal kreatif akan menentukan," tutur Tite di podcast Sextra Estrela.

“Jika seorang pelatih memainkan Neymar di sayap, saya akan memanggilnya keledai. Ini sangat membatasi kapasitas kreatif pemain dengan kualitas ini."

“Kreativitas bukanlah keteguhan, itu adalah kontingensi, itu tidak langsung. Dia akan membuat lebih banyak kesalahan, ya, karena kemampuan kreatifnya adalah di mana dia dibutuhkan.”