BolaSkor.com - Isu seputar masa depan penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, masih bergulir. Kali ini, PSG mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan Real Madrid.

Sebelumnya, Kylian Mbappe berbicara soal bursa transfer musim panas lalu. Mbappe menegaskan keinginannya angkat kaki dari PSG. Kabarnya, Real Madrid adalah tujuan Mbappe berikutnya.

Namun, PSG tidak membiarkan Mbappe pergi. Menurut Mbappe, PSG melakukan kebohongan dengan menyebut dirinya baru menegaskan keinginan pergi pada akhir Agustus. Padahal, Mbapppe sudah memberi tahu sejak akhir Juli.

Hingga saat ini, Mbappe pun terus memberikan kode akan menuju Madrid. Sang bintang akan hengkang dengan status bebas transfer pada musim panas 2022.

Baca Juga:

Profil FC Sheriff, Klub Moldova yang Cetak Sejarah di Liga Champions

Tak Diizinkan ke Madrid, Kylian Mbappe Tabuh Genderang Perang Lawan PSG

Real Madrid 1-2 Sheriff: Anak Baru Pecundangi Raja Liga Champions

"Saya sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia sepak bola. Saya tahu jika kebenaran kemarin belum tentu kebenaran hari ini," ujar Mbappe kepada L'Equipe.

"Jika diberi tahu Messi akan datang ke PSG, saya tidak akan percaya. Jadi, Anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadi," timpalnya.

Presiden Madrid, Florentino Perez pun buka suara. Ia meyakini masa depan Mbappe akan terang benderang seiring berjalannya waktu.

"Pada Januari, kami akan mendapatkan kabar soal Mbappe. Kami berharap, pada 1 Januari kondisi Mbappe akan sepenuhnya terselesaikan," papar Perez.

"Kata-kata saya soal Mbappe telah disalahartikan. Apa yang saya ungkapkan adalah kami harus menunggu sampai tahun depan untuk mendapatkan kabar. Kami selalu hormat kepada PSG dan punya hubungan baik."

Namun, direktur PSG, Leonardo, memberikan pernyataan keras untuk Madrid. Ia meminta Madrid berhenti mengejar Mbappe. PSG percaya diri akan memperpanjang kontrak sang striker.

"Ini berlangsung selama dua tahun. Jendela transfer sudah berakhir dan Real Madrid harus berhenti melakukan hal seperti ini," tegas Leonardo.

"Mbappe adalah pemain PSG dan klub ingin hubungan bertahan lebih lama. Ini terjadi karena kurangnya rasa hormat kepada PSG," kata eks AC Milan itu.