BolaSkor.com - Cara cerdik yang pernah dilakukan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong disinggung beberapa media Korea Selatan. Hal ini menyusul kartu merah yang diperoleh pelatih Timnas Korea Selatan, Paulo Bento.

Kartu merah didapat Paulo Bento usai wasit meniup peluit berakhirnya partai antara Korea Selatan kontra Ghana di laga kedua Grup H Piala Dunia 2022.

Paulo Bento langsung masuk ke lapangan dan protes ke wasit karena terlalu cepat mengakhiri laga. Korea Selatan seharusnya diberikan kesempatan lebih dahulu untuk melakukan sepak pojok.

Korea Selatan kalah 2-3 dari Ghana. Dua gol Korea dicetak Cho Gue-sung (58', 61'), sementara dua gol Ghana dibuat Mohammed Salisu (24'), Mohammed Kudus (34',68'). Korea Selatan pun harus puas tetap memiliki satu poin.

Baca Juga:

Cara Menentukan Peringkat Babak Grup Piala Dunia 2022 jika Jumlah Poin Sama

Prediksi dan Statistik Wales Vs Inggris: Adu Semangat untuk Lolos

Di laga terakhir melawan Portugal, Korea Selatan akan bermain tanpa Paulo Bento karena kartu merah. Paulo Bento tidak bisa memasuki ruang ganti serta bench dan hanya akan menonton dari kursi VIP.

Paulo Bento tidak bisa mengikuti cara Shin Tae-yong. Cara yang dimaksud adalah memberikan instruksi dari kursi VIP dengan handy talky.

Shin Tae-yong. (Edaily/Yonhap)

Cara ini dilakukan Shin Tae-yong pada 2009. Shin dikeluarkan dari pertandingan Seongnam Ilhwa kontra Incheon karena memprotes keputusan.

Shin Tae-yong memberikan instruksi kepada staf pelatih di bench dengan handy talky dari tribun. Ia berhasil karena Seongnam meraih kemenangan dan istilah 'Radio Magic' seketika menghiasi.

"Saya bisa melihat alur permainan lebih baik saat saya melihatnya dari tribun," kata Shin Tae-yong saat itu.

Pengelola liga sepak bola profesional Korea Selatan meminta tanggapan FIFA. Terlebih dengan meningkatnya jumlah pelatih K-League yang memimpin tim dari tribun.

"Kami menerima jawaban dari FIFA tentang apakah penggunaan handy talky melanggar aturan. Interpretasi FIFA adalah bahwa pemain tidak boleh menggunakan sistem komunikasi nirkabel untuk terlibat dalam pertandingan."

Selain itu, mereka mengajukan pertanyaan kepada FIFA lewat Federasi Sepak Bola Korea Selatan soal penggunaan handy talky oleh staf pelatih yang dihukum pelanggaran disiplin.

Dalam tanggapan pada 2010, FIFA menjelaskan,"Staf pelatih yang dikeluarkan tidak boleh mengganggu penonton lain yang menonton atau aliran pertandingan, dan dilarang menggunakan sistem komunikasi nirkabel".