BolaSkor.com - Musim 2022-2023 sedianya baru berada di fase awal musim dan beberapa klub Eropa sudah menyita perhatian, bukan karena penampilan bagus yang mereka tampilkan, tapi karena performa buruk atau inkonsisten.

Salah satunya adalah Juventus. Il Bianconeri inkonsisten di Liga Champions dan juga Serie A. Di Serie A, Juventus ada di urutan delapan klasemen dengan raihan 10 poin dari tujuh laga hasil dari dua kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan. Sementara di Liga Champions mereka belum meraih kemenangan dari dua laga.

Semakin parah lagi karena lini depan atau lini serang Juventus kurang tajam dalam urusan mencetak gol, padahal mereka punya Dusan Vlahovic, Arkadiusz Milik, juga pemain kreatif seperti Angel Di Maria dan Filip Kostic.

Juventus baru mencetak sembilan gol dan kebobolan lima gol, kekalahan 0-1 dari Monza memicu kekhawatiran fans yang berujung tuntutan untuk pemecatan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

Baca Juga:

Daftar 5 Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Prancis

Cinta Lama Bersemi Kembali, Manchester United Lirik Antoine Griezmann Lagi

Atletico Madrid dan Barcelona Berseteru, Juventus Pantau Nasib Antoine Griezmann

Allegri dikritik karena gaya main yang diterapkannya di Juventus, yang seringkali membuat Vlahovic terisolasi di lini depan, statistik pun memperkuat fakta tersebut dan membuat penyerang asal Serbia itu kesulitan bermain.

Menurut catatan Opta, tidak ada tim-tim di Serie A yang menyelesaikan operan di sepertiga pertahanan lawan lebih sedikit dari Juventus musim ini, hanya 18 persen di area tersebut. Parahnya lagi itu juga persentase terendah di lima liga top Eropa.

18 persen operan sukses di pertahanan lawan milik Juventus hanya disamai oleh Atletico Madrid dan Almeria di LaLiga, serta Bournemouth di Premier League. Sementara untuk catata tertinggi di Serie A dimiliki Fiorentina dan Hellas Verona dengan 29 persen.

Dengan derasnya kritikan yang datang dan tuntutan pemecatan kepada Allegri, ia tetap tenang menanggapinya dan menilai masih jadi sosok yang tepat memimpin Juventus.

"Saya merasa menjadi bagian dari solusi, saya harus menemukan solusi. Ketika saya kembali, saya pikir itu akan memakan waktu untuk membangun. Sayangnya, saya tidak berpikir kami bisa kehilangan dua pertandingan berturut-turut," tutur Allegri beberapa waktu lalu.

"Yang penting adalah melakukannya dengan baik dan tetap berada di Liga Champions. Kekalahan ini menjengkelkan, tetapi tidak ada gunanya berbicara terlalu banyak sekarang," urainya.