BolaSkor.com - Tidak ada habisnya membahas Liga Super Eropa. Meski sebagian besar dari 12 klub pencetusnya telah mundur akibat desakan fans, Liga Super belum berakhir dan disindir Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

Enam klub Premier League telah mundur dari partisipasi mereka di Liga Super Eropa, tetapi Presiden Real Madrid Florentino Perez yang juga menjadi aktor utama yang mendukung Liga Super menilai liga masih ada dan akan terus berkelanjutan.

Ceferin tak habis pikir melihat keyakinan dan determinasi yang dimiliki Perez. Ceferin menyebut Perez bak Kesatria Hitam dalam film "Monty Python and the Holy Grail".

Dalam film itu Kesatria Hitam menghalangi Raja Arthur untuk melewati arus sungai, lalu kemudian bertarung dengannya hingga kedua tangan dan kakinya putus. Akan tapi sang kesatria itu masih bersikukuh menahan Arthur dengan kepercayaan diri tinggi, menganggap luka fatal itu bak luka ringan.

Baca Juga:

Real Madrid dan Barcelona Jadi Anak Emas Liga Super Eropa

Florentino Perez: Liga Super Eropa Masih Ada, Tak Ada yang Keluar

Anak Bawang, Berikut Empat Klub Liga Super Eropa dengan Pendapatan Terkecil

Florentino Perez dan Aleksander Ceferin

Nilai moral dari film feature itu adalah kepercayaan diri yang berlebihan bisa menjadi awal kejatuhan. Ceferin melihat Perez bak kesatria hitam itu meski Liga Super Eropa ditentang dan berpotensi bubar.

"Meskipun skema mereka gagal, beberapa tidak bisa menerimanya dengan baik. Seperti Kesatria Hitam di Monty Python, setiap jalan keluar bertemu dengan 'tis but a scratch' sementara badan proyek berdarah di lantai (sudah mau hancur)," tutur Ceferin.

Sedangkan untuk mereka yang masih mendukung bergulirnya Liga Super Eropa, Ceferin menilai mereka seperti halnya orang-orang yang berpikir bumi itu datar.

"Ada perbedaan yang jelas antara klub Inggris dan enam klub lainnya. Mereka mundur lebih dulu, mereka mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan," imbuh Ceferin kepada Daily Mail.

"Anda harus memiliki kehebatan untuk mengatakan 'Saya salah'. Bagi saya ada tiga grup dari 12 tim ini - enam dari Inggris, yang keluar lebih dulu, kemudian tiga lainnya (Atletico Madrid, AC Milan, Inter) setelah mereka. dan mereka yang merasa bumi itu datar dan mereka mengira Liga Super masih ada."

"Ada perbedaan besar di antara mereka, tapi semua orang akan bertanggung jawab. Dengan cara apa, kita akan lihat," pungkas dia.