BolaSkor.com - Klub sepak bola Ajax Amsterdam menggunakan bola busa untuk latihan menyundul di tim akademi. Bukan tanpa alasan, Ajax mewaspadai penyekit demensia.

Demensia merupakan penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Jenis demensia yang paling sering terjadi adalah Alzheimer dan demensia vaskular. Demensia berbeda dengan pikun yang terjadi pada lanjut usia.

Rupanya, penyakit tersebut menimpa para pesepak bola. Pemenang Piala Dunia, Nobby Stiles, meninggal dunia dalam keadaan mengalami demensia. Mantan legenda Manchester United, Sir Bobby Charlton, juga mengalaminya.

Kabarnya, para pesepak bola bisa terserang demensia karena terlalu sering menyundul bola. Beberapa mantan pemain juga mulai menyerukan meminimalkan sundulan.

Baca Juga:

Suap Militer Argentina dan Cerita Berbeda Diego Maradona jika Gabung Sheffield United

10 Kutipan yang Menggambarkan Kehebatan Diego Maradona

Penyakit Demensia, Momok untuk Pesepak Bola

Akademi Ajax

Kini, Ajax mengonfirmasi pemain akademi dari usia delapan hingga 12 tahun tidak akan menjalani latihan sundulan dengan bola normal. Para pemain itu menggunakan bola busa dalam latihan.

PSV juga akan menggunakan bola yang lebih ringan selama menyundul. Sementara itu, Feyenoord juga mengarah ke keputusan yang sama.

"Kami terus memantau apa yang terbaik. Paling bertanggung jawab adalah dalam latihan dengan pemain muda,"terang Feyenoord.

"Kebetulan, pada usia termuda hanya ada sedikit atau tidak ada sama sekali latihan di kepala. Lebih banyak tentang kesenangan, teknik, dan wawasan tentang pertandingan."

Mantan pesepak bola, Gary Lineker, juga buka suara. Ia menilai, latihan sundulan saat masih muda bukanlah hal yang penting.

"Menjadi mantan pesepak bola dan pesepak bola yang menua adalah sesuatu yang mengkhawatirkan saya. Sangat mengerikan melihat banyak pemain yang terpengaruh," ulas Gary Lineker kepada Gazetta dello Sport.

"Tingkat persentase secara signifikan lebih dari populasi rata-rata. Jadi, sulit menyimpulkan menyundul bola pada usia dini berulang kali dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan demensia."

"Kampanye Chris Sutton untuk berhenti menyundul bola terlalu banyak dalam latihan sangat masuk akal."

"Anda tidak perlu benar-benar menyundul bola saat latihan. Anda bisa menyundul atau juga tidak. Saya pikir itu akan membuat perbedaan besar," tagas Lineker.

Menurut penelitian The University of Glasgow pada 2019 menyatakan pemain sepak bola tiga kali lebih berpeluang terkena demensia daripada orang lain.