BolaSkor.com - Perlahan tapi pasti, Erik ten Hag memegang kontrol skuad Manchester United sejak mengambilalih tim pada 2022, meneruskan titah pendahulunya Ole Gunnar Solskjaer dan Ralf Rangnick. Ten Hag perlahan menanamkan filosofi sepak bola yang coba diterapkannya.

Seperti diketahui, musim lalu merupakan bencana bagi Red Devils yang finish di luar zona Liga Champions dan mengakhiri musim tanpa trofi selama lima musim beruntun. Performa tim secara menyeluruh juga hancur, baik di era Solskjaer atau Rangnick.

Pada bursa transfer musim panas 2022 dua pemain yang disinyalir jadi contoh buruk dengan sikap mereka, Jesse Lingard dan Paul Pogba, pergi dari klub karena kontraknya tak diperpanjang. Diikuti eksodus pemain seperti Juan Mata, Edinson Cavani, dan Nemanja Matic.

Kendati demikian masih ada saja rumor mengenai buruknya suasana kamar ganti pemain Man United, meski saat ini klub sedang ada di periode bagus. Salah satu penyebab atau biang dari itu diyakini datang dari megabintang berusia 37 tahun, Cristiano Ronaldo.

Baca Juga:

Benarkah Cristiano Ronaldo Bikin Sinar Bruno Fernandes Meredup?

Bukan Pemain Sombong, Cristiano Ronaldo Tidak Sungkan Mulai Obrolan Duluan

Tidak Selamanya Buruk, Tampil di Liga Europa Bisa Menguntungkan Cristiano Ronaldo

Mulai dari rumor hengkangnya yang tidak menjadi kenyataan, disertai fakta Man United tidak bermain di Liga Champions, jadi alasan mengapa Ronaldo dituding sebagai 'racun' di kamar ganti pemain Man United.

Tentu saja, segala pemberitaan dari media mana pun saat ini menjadi rumor semata karena tidak ada yang tahu persis bagaimana suasana di kamar ganti pemain Man United. Hanya pemain yang berada di dalamnya atau orang internal yang tahu persis keadaan di sana.

Akan tapi, BolaSkor merangkum komentar dari rekan setim Ronaldo hingga mantan rekan setimnya mengenai sang pemain. Dari situ, publik bisa menilai sendiri apakah ia racun bagi tim atau tidak.

Cek Fakta

Bek berusia 22 tahun, Brandon Williams, kembali ke Man United pasca masa pinjamannya di Norwich City berakhir. Musim lalu ia tidak ada di klub kala Ronaldo kembali untuk menjalani periode kedua, tapi musim ini Williams berbagi kamar ganti dengan sang superstar.

Dengan cepat Williams membantah Ronaldo sebagai racun di kamar ganti pemain Man United, malah ia menjadi figur besar di sana dan berbagi pengalamannya dengan tim serta aktif berbicara kepada seluruh pemain.

“Saya tidak ada di sana ketika dia (Ronaldo) pertama kali kembali, tetapi sejak saya kembali, dia menjadi pengaruh besar. Dia selalu berbicara kepada saya. Dia memastikan bahwa dia tidak meninggalkan siapa pun. Dia hanya berbicara dengan semua orang," tutur Williams kepada Sportsman.

Beberapa waktu lalu eks kiper Man United, Ben Foster, yang bermain satu tim dengan Ronaldo pada periode pertama di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, juga membantah Ronaldo akan berulah di kamar ganti pemain.

"Tidak, tidak pernah (Ronaldo berulah). Sejujurnya, dia adalah suara yang tepat. Dia tidak pernah mengganggu, tidak pernah. Saya tidak akan pernah memiliki kata-kata buruk untuk dikatakan tentang dia," tutur Foster pada Agustus lalu kepada talkSPORT.

"Semua orang tahu bahwa dia sangat profesional dan dia melakukan segalanya dengan benar. Saya jamin saat ini juga sama. Anda melihat foto-fotonya di Instagram sangat berotot, itu konyol!"

"Dia akan masuk, dan dia tidak berada di level yang sama dengan Paul Scholes. Scholes akan masuk, keluar, berjabat tangan, itu sudah cukup. Dia tidak mencoba berbicara dengan orang-orang. 'Scholesy' adalah pribadi yang tertutup, dia datang, bermain sepak bola dan pulang. Itulah keindahan Paul Scholes."

“Ronaldo akan berbicara dengan orang-orang. Dia memiliki sedikit lebih banyak tentang dia dan akan mencoba untuk berintegrasi dengan para pemain dan tertawa dan sebagainya, tetapi dia tidak pernah mengganggu. Tidak akan pernah."

"Saya jamin dia tidak akan masuk ke sana, membuat keributan dan menjadi orang yang memecah belah," urai pria yang baru-baru ini pensiun sebagai pesepak bola profesional.

Menilik komentar dari pemain dan eks pemain yang pernah berbagi kamar ganti dengan Ronaldo, publik bisa menilai apakah ia racun di kamar ganti pemain atau justru pemimpin tanpa ban kapten.