BolaSkor.com - Pee Wee Gaskins merupakan band melodic punk yang cukup fenomenal di Indonesia. kehadirannya sempat mendapat cacian, sebelum akhirnya bisa mendapat tempat di kuping penikmat musik tanah air.

Mengusung genre yang lebih dekat dengan kultur skate, tak ada yang mengira jika cinta pertama bassist Pee Wee Gaskins, Alditsa Sadega, adalah basket. Pria yang akrab disapa Dochi itu memang baru memerlihatkan ketertarikannya terhadap olahraga bola keranjang dalam beberapa waktu terakhir.

Dochi rupanya sudah mengenal basket sejak Sekolah Menengah Pertama. Sebagai sosok yang tak terlalu menyukai olahraga, Dochi ternyata menemukan kesenangan dalam melempar bola ke keranjang.

"Sebetulnya dari SMP sudah masuk tim basket, tetapi tidak pernah serius atau kompetitif. Cuma sebatas ekstra kurikuler dan itu satu-satunya olah raga yang bisa saya nikmati selain renang," ujar Dochi kepada BolaSkor.com.

"Belakangan memang kembali aktif lagi karena diajak Teki (teman). Kemudian jadi kangen dan akhirnya jadi rutin latihan," sambungnya.

Baca Juga:

Erling Braut Haaland, Didikan Solskjaer yang Sempat Ditolak Klub Jerman

Menilik Kualitas Bermain Jordan Veretout, Gelandang yang Diincar Arsenal dan Napoli

Tak hanya sekedar menyukai basket secara permainan, Dochi juga larut dalam kultur yang tercipta dari olahraga asal Amerika Serikat tersebut. Pria berusia 33 tahun itu memiliki beberapa koleksi sneakers terutama Air Jordan.

Kecintaannya terhadap merek centang tersebut bukan tanpa sebab. Sedari dulu, Dochi sudah mengidolakan sosok dibalik sepatu Nike Air Jordan yakni bintang Chicago Bulls, Michael Jordan.

"Kalau tim dan pemain cuma suka Chicago Bulls eranya Phil Jackson dan Michael Jordan," ujar Dochi.

Tak hanya mengoleksi sneakers, Dochi turut mengeluarkan karya di dunia sepatu. Sudah beberapa kali ayah satu orang putri tersebut mengeluarkan kolaborasi bersama brand lokal.

Dalam waktu dekat, Dochi juga akan mengeluarkan sepatu olahraga bersama League. Kerja sama ini bisa terwujud setelah Dochi merasa resah dengan beberapa sneakers lokal.

"Sneakers lokal belakangan banyak keluar, tetapi tidak punya DNA kuat. Saat itu saya melihat League memiliki potensi membuat siluet baru yang fresh, tidak cuma aesthetically pleasing, tetapi memiliki kualitas terjaga," jelas Dochi.

Sepatu yang bakal dirilis Dochi pada November 2019 nantimerupakan tipe running. Namun, tetap memiliki daya tarik sebagai alat bergaya.

"Ya, basicnya memang running dan masuk di kategori lifestyle. Jadi, dipakai lari enak, gaya ok, lari sambil gaya? Ok!," pungkas Dochi.