BolaSkor.com - Ternyata, tak hanya jago mengolah si kulit bundar di lapangan hijau, lima pemain Sriwijaya FC, yakni Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, Yu Hyun-koo, Teja Paku Alam dan Ichsan Kurniawan, tampak cukup cekatan menjadi model catwalk pada acara Fashion Week 2018 di PS Mall Palembang, Rabu (21/3) semalam WIB.

Kelima pemain ini unjuk kebolehan di panggung dan memperlihatkan jersey teranyar Laskar Wong Kito musim ini. Tanpa canggung, para bintang lapangan hijau ini berjalan di atas panggung mengenakan celana jeans sembari menyapa para penggemar yang berteriak histeris.

Pada musim ini, Sriwijaya FC kembali meluncurkan jersey dalam tiga warna, yakni kuning (jersey pertandingan home), hitam, dan hijau. Bedanya pada musim ini, desain motif songket lebih dikedepankan dengan diletakkan di bagian pundak.

Jersey Sriwijaya FC berwarna hitam, terdapat motif songket berwarna emas sehingga memberikan sentuhan elegan. Demikian juga dengan jersey warna kuning dan warna hijau, yang juga memberikan kesan gagah ketika dipakai para pemain Sriwijaya FC.

Direktur Marketing PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Nirmala Dewi, mengatakan jersey anyar Sriwijaya FC pada musim ini demikian didesain spesial oleh sponsor klub Calci. Adanya motif songket di bagian pundak ini seakan mengulang memori jersey Sriwijaya FC di era keemasan, yakni ketika menjadi juara Liga Indonesia sekaligus menjuarai Piala Indonesia pada musim kompetisi 2008.

Ketika itu, jersey ini dipakai oleh sejumlah pemain legendaris Sriwijaya FC, seperti kapten tim Renato Elias, Anoure Obiora Richard, Chistian Lenglolo, Keith "Kayamba" Gumbs, dan Zah Rahan.

"Meski motif songket tidak sampai ke bagian lengan tapi bisa dikatakan jersey baru ini termotivasi ketika Sriwijaya FC juara. Saat itu pelatihnya Rahmad Darmawan, dan kini Sriwijaya FC kembali memboyong Rahmad Darmawan," kata Cek Wik, panggilan akrab para suporter ke dirinya.

Selain itu, tak kalah menarik lagi bahwa jersey anyar ini juga memiliki sentuhan ‘human’ karena nomor punggung menggunakan font yang didesain sendiri oleh para seniman atau buatan tangan (handmade).

"Jadi font yang dipakai di nomor punggung ini memang didesain khusus untuk baju SFC. Atau bukan pabrikan," tutupnya. (Laporan Kontributor Dzakira/Palembang)