BolaSkor.com - Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini ternyata sempat menjadi salah satu orang yang terinfeksi virus corona. Uniknya, ia sempat tak menyadari hal tersebut.

Laga Atalanta kontra Valencia di San Siro pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019-2010, 19 Februari silam, disebut-sebut sebagai gerbang masuknya virus corona ke Italia. Usai pertandingan tersebut, jumlah kasus positif melonjak tajam dan paling banyak terjadi di Bergamo, kota asal Atalanta.

Gasperini mulai merasakan gejala virus corona sehari sebelum melakoni leg kedua di kandang Valencia pada 10 Maret. Saat itu virus ini sudah mulai menyebar di Italia dan Spanyol sehingga pertandingan digelar secara tertutup.

Kondisi tubuh Gasperini tak fit saat itu. Namun ia masih mampu memimpin anak-anak asuhnya meraih kemenangan dengan skor 4-3 dan melaju ke perempat final.

Baca Juga:

Klub LaLiga Akhirnya Diizinkan Berlatih Secara Penuh

Suka Duka Luis Suarez di Masa Pandemi Virus Corona

Bukan Integritas, Alasan Utama Kelanjutan Premier League adalah Uang

"Saya merasa tak enak badan sehari sebelum lawan Valencia, kemudian pada sore hari pertandingan, kondisi saya terasa lebih buruk. Kalau Anda melihat foto-fotonya, saya tak tampak dalam kondisi bagus di bangku cadangan," ungkap Gasperini kepada La Gazzetta dello Sport.

"Itu tanggal 10 Maret dan dua malam setelahnya, saya tidak bisa tidur nyenyak. Saya tak mengalami demam, tapi terasa seperti itu."

Setelah kembali ke Italia, kondisi Gasperini belum membaik. Lidahnya tak bisa membedakan rasa makanan dan minuman saat dijamu oleh Restoran Michelin.

"Sehari berikutnya, tim mendapatkan makanan dan (sampanye) Dom Perignon dari koki restoran Michelin, yang merupakan penggemar Atalanta. Saya mencicipinya dan bilang 'Ini air putih' dan makanannya terasa seperti roti. Saya benar-benar kehilangan indra perasa," tambahnya.

Meski begitu, Gasperini tak pernah melakukan tes virus corona. Ia merasa kondisinya baik-baik saja dan memilih menerapkan physical distancing.

"Karena saya tak pernah demam, saya tak melakukan tes swab, tapi sepuluh hari lalu tes darah mengonfirmasi saya pernah terinfeksi virus corona. Saya punya antibodinya, tapi itu tak berarti saya sekarang kebal," pungkasnya.