BolaSkor.com - Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menceritakan isolasi yang dilakukannya di Korea Selatan. Isolasi dijalaninya setelah tiba di Korea Selatan dari Indonesia.

Shin Tae-yong sudah tiba di Korea Selatan sejak Sabtu (4/4) pagi. Ia datang bersama tiga asistennya di Timnas Indonesia dan seorang penerjemah. Adapun asisten lain yakni gong Oh-kyun menyusul setelah sempat dinyatakan positif virus corona.

Shin Tae-yong langsung menjalani tes setibanya di Bandara Incheon. Ia dinyatakan negatif dan kemudian harus menjalani isolasi.

Isolasi dilakukan selama 14 hari atau sampai 18 Apri, sesuai kebijakan pemerintah Korea Selatan. Ia dilaporkan tinggal di sebuah kantor di Goyang, Gyeonggi, bukan di rumahnya di Bundang, Gyeonggi tempat istrinya dan dua putranya Shin Jae-won serta Shin Jae-hyuk. Sementara dua asistennya Kim Hae-woon dan Kim Woo-jae harus berbagi kamar.

Baca Juga:

Pelajaran Shin Tae-yong untuk Nova Arianto: Jangan Terlalu Manjakan Pemain

Asisten Pelatih Timnas Indonesia Gong Oh-kyun Jalani Tes PCR Lagi Setibanya di Korea

"Saya baru saja menyapa dari kejauhan, dengan jarak 2 meter dari anak saya," kata Shin Tae-yong dikutip dari Joins.

"Saya dites di klinik Bandara Incheon. Sementara pelatih Gong Oh-kyun yang sempat mendapat hasil positif, kembali usai menjalani PCR yang kedua," tambahnya.

Selain dari keluarga, Shin Tae-yong biasa menerima makanan melalui kurir. "Istri saya dan putra tertua meletakan lauk di pintu. Setelah itu berjarak 2 meter menyapa. Saya memesan bahan makanan melalui kurir dan memakan seperti daging sapi bulgogi," jelasnya.

"Saya juga menghabiskan waktu dengan acara televisi seperti Itaewon Class dan membaca buku-buku taktik."

Ia juga menceritakan penyebaran virus corona di Indonesia. "Indonesia belum diselidiki, sehingga dikatakan bahwa akan lebih banyak orang terinfeksi. Hanya 10 persen penduduk setempat memakai masker di jalan. Pada tanggal 14 Maret, pemerintah memberitahu penghentian semua kegiatan, termasuk tim sepak bola Indonesia."

"Menyangkut keamanan tim pelatih, kami mendesak ke Korea. Federasi Sepak Bola Indonesia awalnya keberatan, tetapi awal bulan ini kami mengambil libur empat minggu sebelumnya karena jadwal pertandingan sepak bola ditunda kembali," jelas Shin Tae-yong.