BolaSkor.com - Ada satu momen yang pasti dirasakan seorang atlet, tak terkecuali pembalap MotoGP. Momen ini dipastikan sangat sulit.

Bagaimana tidak, setelah bertahun-tahun bergelut dengan kecepatan, mereka sadar, waktunya pensiun telah tiba. Ya, pensiun, kata-kata yang sangat ditakuti seorang Valentino Rossi.

Baca Juga:

Menguak Alasan Marc Marquez Begitu Kencang di Lomba MotoGP Jerman: Race Pace Konsisten 1 Menit 21 Detik

Klasemen Sementara MotoGP 2019: Marquez Unggul 58 Poin dari Dovizioso

Gicomo Agostini

Terbaru, Marco Melandri sadar betul betapa sulitnya keputusan pensiun. Sebelum dirinya, Giacomo Agostini, juara dunia 15 kali, sudah merasakan terlebih dahulu.

"Saya menangis selama tiga hari ketika memutuskan pensiun," juara dunia kelas 500 cc tahun 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, dan 1975 itu menceritakan.

Pensiun memang sebuah kepastian. Hanya saja seorang pembalap harus memilih momen tepat saat melakukannya. Seperti juara dunia kelas 250 cc 1994, 1995, 1996, dan 1997, Max Biaggi.

Dia mengumumnkan pensiun hanya satu bulan usai memastikan menjadi juara dunia Superbike musim 2012. "Saya meninggalkan olahraga ini sebagai juara," kata Biaggi.

"Bukan karena alasan fisik atau karena saya gagal mendapatkan motor kompetitif," tambah pembalap asal Italia itu.

Biaggi benar. Sangat banyak pembalap hebat harus pensiun lantaran bermasalah fisik atau karena motor timnya tidak kompetitif. Untuk kasus ini, nama juara dunia kelas 1994, 1995, 1996, 1997, dan 1998, Mick Doohan merasakannya.

Tahun 1999, Doohan memutuskan pensiun setelah berulang kali menjalani operasi, tapi kondisi fisiknya tidak pernah mencapai 100 persen lagi.

"Saya melakukan operasi tiga kali dan melakukan segala sesuatunya untuk kembali ke bentuk fisik terbaik. Saya berharap bisa berlomba lagi. Tapi mustahil," Doohan menjelaskan.

Namun keputusan pensiun paling mengejutkan di MotoGP sampai sekarang masih menjadi milik Casey Stoner. Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 itu meninggalkan olahraga ini pada usia masih sangat muda, 27 tahun plus secara mendadak di musim 2012.

Bagaimana tidak, ia melakukan pengumuman pensiun jelang lomba putaran keempat di Prancis musim tersebut tanpa ada sinyal sama sekali sebelumnya. Kala itu, Stoner mengaku kecewa dengan regulasi yang ada di MotoGP.

"Ini bukan lagi menjadi MotoGP yang saya cintai. Saya tidak lagi menikmatinya. Lebih baik berhenti sekarang. Karena ada banyak hal yang mengecewakan buat saya," Stoner mengungkapkan.

Jadi apakah Anda ingin mengikuti jejak Biaggi, Stoner, atau Agostini, pilihan Anda di tangan Anda.*