BolaSkor.com - 21 April 2012 menjadi sejarah kelam hubungan suporter Solo dan Sleman. Tepat di Stadion Maguwoharjo Sleman, suporter yang identik dengan warna merah dan hijau ini terlibat kericuhan. Kejadian pada sore itu kemudian memantik sederet keributan kedua kubu, baik di stadion maupun di jalanan.

Namun cerita enam tahun lalu kini tinggal menjadi kenangan. Di stadion yang sama dan tribun yang sama pula, suporter Solo dan Sleman memulai romantisme yang sempat hilang. Slemania, Pasoepati, Brigata Curva Sud (BCS) dan Surakartans berbaur dalam suasana penuh persaudaraan.

Baca Juga: PSS Sleman Pantau Tiga Pemain Seleksi di Laga Uji Coba Lawan Persis

Momen kembalinya memori indah ini terjadi dalam celebration game Persis Solo melawan PSS Sleman, Sabtu (19/1) sore lalu. Laga perayaan tim Elang Jawa jadi juara Liga 2 2018 ini bukan sekadar pertunjukkan di atas lapangan. Jauh lebih menarik dari itu, ketika suporter Solo dan Sleman saling berbalas lagu persaudaraan.

"Di sini Sleman, di sana Solo, di mana-mana kita saudara." Begitulah lirik yang dinyanyikan suporter Sleman. Lagu itu kemudian sambut tepuk tangan sekitar 7.000 suporter Pasoepati dan Surakartans yang memadati tribun timur dan barat. Momen ini merupakan puncak dari segala usaha kedua kubu untuk berdamai lagi.

Pasoepati
Ribuan suporter Pasoepati dan Brigata Curva Sud (BCS) Sleman saat berdiri berdampingan di tribun timur Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/1). (BolaSko.com/Al Khairan Ramadhan)

Cerita Awal Wujudkan Perdamaian

Awalnya, pro dan kontra mewarnai usaha sebagian suporter Solo dan Sleman untuk kembali berdamai. Khususnya hubungan suporter Pasoepati dengan BCS. Ketika tahun 2016, hanya kubu Slemania saja yang dipersilakan ketika melewati Kota Solo. Rombongan Slemania dikawal oleh Pasoepati.

Perlahan namun pasti, perdamaian ini mengarah ke hal positif. Pada 7 Mei 2018, rombongan suporter Persis Solo mendapat sambutan dari suporter PSS Sleman ketika hendak ke Bantul. Suporter PSS membagikan air mineral ke rombongan suporter Persis Solo.

Baca Juga: Masih Menunggu Kepastian Kontrak di PSS Sleman, Cristian Gonzales Siap Hengkang

Momen itu kemudian dibalas positif suporter Persis Solo. Ketika ribuan suporter PSS Sleman baru saja mendukung timnya di Jepara pada 18 Mei 2017, suporter Persis Solo menyambut dengan memberikan air minum dan makanan di wilayah Boyolali dan Klaten.

Lalu pada 10 Oktober 2017, suporter Persis Solo secara mengejutkan hadir di Sleman. Ada 500 anggota Pasoepati dan Surakartans yang hadir saat Persis Solo menghadapi PSS Sleman. Momen itu benar-benar meyakinkan seluruh akar rumput suporter Solo dan Sleman untuk berdamai.

Dari rentetan perjalanan panjang itu, tagar #PenakPaseduluran terus membanjiri lini masa. Akhirnya pada Sabtu (19/1), ada sekitar 7.000 suporter Persis Solo yang berangkat menuju Sleman.

BCS
BCS. (BolaSkor.com/Prima Pribadi)

Romantisme Pasoepati dengan BCS serta Slemania

Bolaskor.com menjadi saksi begitu luar biasanya perjalanan menuju Sleman. Saat memasuki wilayah Klaten, spanduk-spanduk ucapan selamat datang sudah dipasang suporter PSS Sleman. Ada pula Aremania Klaten yang turut menyambut kehadiran suporter Persis Solo.

Baca Juga: PSS Sleman Rekrut Eks Persebaya Surabaya dan Mantan Pemain Persib Bandung

Lalu tepat di depan Candi Prambanan, puluhan suporter PSS Sleman menyambut saudara tuanya. Lokasi ini cukup bersejarah lantaran berulang kali terjadi kericuhan di gerbang masuk wilayah DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) ini.

Jumlah 7.000 anggota sejatinya melebihi kuota yang diberikan Panpel PSS Sleman. Tribun timur sisi utara yang diberikan pembatas pun tak cukup lagi menampung anggota Pasoepati. Akhirnya sekitar 5000 Pasoepati berdampingan dengan BCS di seluruh tribun timur. Sementara 2000 Surakartans menempati lantai dua tribun barat.

Pasoepati
Pasoepati. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

Sebelum pertandingan, manajer PSS Sleman 2018, Sismantoro mengucapkan terima kasih atas partisipasi Persis Solo dalam celebration game. Ia pun mendoakan agar Persis Solo segera menyusul PSS Sleman ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

"Semoga tahun depan Persis Solo bisa promosi ke kasta tertinggi," kata Sismantoro yang disambut tepuk tangan puluhan ribu suporter kedua tim.

Baca Juga: Mantan Gelandang PS TIRA Dzimitry Rekish Mungkin ke PSS Sleman

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo mengaku senang hubungan suporter Solo dan Sleman bisa harmonis lagi. Virus perdamaian ini akan terus ditularkan ke seluruh suporter di Indonesia, tak terkecuali suporter PSIM Jogja yang jadi rival suporter Solo.

"Semangat kami adalah menyebarkan virus perdamaian ke seluruh suporter di Indonesia. Kalau sekarang belum (dengan suporter PSIM), suatu saat nanti pasti akan terjadi. Perdamaian seperti ini harus dilakukan secara bertahap dan diterima semua pihak," ucapnya. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)