BolaSkor.com - Bomber Persija Jakarta, Marko Simic menjadi salah satu pemain sepak bola yang sukses di Indonesia. Namun untuk mencapai kesuksesan tesebut, Simic mengaku mengorbankan banyak hal, salah satunya ialah pendidikan.

Penyerang asal Kroasia itu menyatakan bahwa dirinya sebenarnya salah satu siswa yang berpretasi di sekolah sebelum masuk ke dunia sepak bola. Bahkan tak jarang ia ikut dalam beberapa lomba mata pelajaran yang diikuti oleh sekolahnya.

Namun ketika ia sudah memilih sepak bola, prestasi di bidang akademiknya pun perlahan menurun. Alhasil ia menjadi murid yang kurang berpretasi di sekolah.

Baca Juga:

Shin Tae-yong Beri Instruksi kepada Pemain Timnas Indonesia U-19 saat Lebaran

Bek Senior Persija Ismed Sofyan Ceritakan Lebaran di Kampung Halaman

"Banyak hal yang saya lakukan demi sepak bola. Jujur, saya cukup bagus di sekolah. Beberapa kali ikut kompetisi antar sekolah seperti matematika, geografi, dan lainnya. Tapi, ketika saya beranjak dewasa fokus bermain sepak bola saya malah jadi peringkat paling bawah" kata Simic dikutip dari Youtube PersijaTV.

"Saat usia 14 tahun saya pindah Zagreb bersama orang tua dan mulai bermain di tim di kota itu. Seperti yang saya katakan sebelumnya saya lebih banyak pergi ke gimnasium di sekolah, padahal sekolah itu salah satu yang terbaik," jelasnya.

Kendati demikian, Marko Simic tetap bisa menyelesaikan pendidikannya. Bahkan ia diterima masuk universitas di Kroasia. Akan tetapi, ia memilih untuk bermain bersama klub di Rusia dan tidak memilih masuk universitas tersebut.

"Saya tetap bisa lulus dan menyelesaikan semuanya dan setelah itu saya bisa masuk universitas olahraga. Dan saya juga ditawari bermain di Rusia, jadi saya akhirnya memilih main sepak bola dibanding kuliah," ungkap Simic.

"Itu yang lucu dari sepak bola. Meski begitu kamu harus tetap memikirkan sekolah. Karena pendidikan di sekolah juga sangat penting untuk pesepak bola," pungkasnya.