BolaSkor.com - Bagi publik Atletico Madrid, Fernando Torres adalah idola. Pemain yang tidak dibenci, melainkan disayangi fans karena dedikasinya dan kecintaannya kepada Atletico. Pertama, Torres bermain untuk Atletico pada medio 2001-2007 setelah diorbitkan dari akademi klub.

Lalu, Torres merantau dan mengepakkan kariernya di luar Spanyol bersama Liverpool, Chelsea, AC Milan, dan kembali lagi ke Atletico pada tahun 2015. Dalam kurun waktu tersebut, Torres sudah sangat dewasa dengan kesuksesannya meraih titel Liga Champions dan Liga Europa bersama Chelsea. Plus, kesuksesan terbesarnya diraih bersama Timnas Spanyol melalui dua trofi Euro dan satu Piala Dunia.

Pada periode keduanya membela Atletico, Torres, yang diprediksi pensiun di klub yang spesial di hatinya, justru memilih untuk pergi ketika musim 2017/18 berakhir. Ia sudah bulat dengan keputusannya, khususnya karena, ketatnya persaingan di lini depan Atletico yang sudah memiliki Antoine Griezmann, Kevin Gameiro, dan Diego Costa.

Jadi, Torres benar-benar menikmati tiap momennya hingga nanti di akhir musim ketika diberi kesempatan mentas oleh Diego Simeone, pelatih Atletico. Teranyar, striker berusia 34 tahun mencetak gol ke-100 untuk Atletico kala meraih kemenangan 3-0 melawan Levante di 32 La Liga.

"Bagi saya, setiap laganya hingga akhir musim nanti akan seperti pesta. Saya akan bertarung untuk masuk dalam susunan pemain dan terus mencetak gol hingga laga terakhir. Kami bahagia. Hal terbaik untuk mempersiapkan hal yang akan datang adalah meraih kemenangan, seperti yang kami lakukan beberapa tahun belakangan ini," papar Torres, seperti dilansir dari Mirror, Selasa (17/4).

Hasrat Torres untuk mewujudkannya didukung oleh Simeone, yang menggambarkannya sebagai ikon bagi Atletico. "Golnya itu membuat saya bahagia untuk Fernando, menjalani perasaan yang luar biasa hebat dimilikinya di klub ini dan entah dia mencetak gol atau tidak, dia ikon di Atletico," imbuh Simeone.

Termasuk laga semifinal Liga Europa melawan Arsenal, Atletico akan memainkan laga-laga terakhirnya di La Liga melawan Real Sociedad, Real Betis, Deportivo Alaves, Espanyol, Getafe, dan Eibar.