BolaSkor.com - Riyad Mahrez dan Jack Grealish turut menyumbang gol saat Manchester City menghancurkan RB Leipzig pada laga perdana grup A Liga Champions 2021-2022. Namun kedua pemain itu juga membuat marah sang manajer, Pep Guardiola.

Manchester City tampil perkasa saat menjamu RB Leipzig di Etihad Stadium, Kamis (16/9) dini hari WIB. The Citizens menutup laga dengan kemenangan telak 6-3.

Mahrez dan Grealish masing-masing mencetak satu gol dalam pertandingan ini. Sementara empat lainnya disumbangkan Nathan Ake, Joao Cancelo, Gabriel Jesus, dan bunuh diri Nordi Mukiele.

Mahrez mencetak gol ketiga Manchester City lewat titik penalti pada injury time babak pertama. Grealish tak mau ketinggalan dan mencetak gol keempat klubnya lewat tendangan melengkung pada awal babak kedua dan menyumbang satu assist untuk gol Nathan Ake.

Baca Juga:

Man City 6-3 Leipzig: Serba Pertama untuk Jack Grealish

Tak Ada Lionel Messi dalam Benak Pep Guardiola

Direktur Juventus Ungkap Alasan Man City Gagal Boyong Ronaldo

Cuplikan kemarahan Guardiola kepada Mahrez dan Grealish

Kontribusi Mahrez dan Grealish bahkan tidak hanya terlihat dari gol dan assist. Keduanya juga memainkan peran penting dalam skema serangan Manchester City.

Namun fakta tersebut tak membuat Grealish dan Mahrez menjadi tak tersentuh. Keduanya tertangkap kamera dimarahi Guardiola di tengah pertandingan.

Guardiola ternyata kecewa dengan kontribusi keduanya dalam bertahan. Hal ini turut berperan membuat gawang Ederson dijebol tiga kali oleh Christopher Nkunku.

“Kami berbicara di babak pertama tentang cara kami harus melakukannya dan mereka tidak melakukannya. Perdebatan pun terjadi," kata Guardiola kepada BT Sport.

“Mereka (Leipzig) sangat bagus dengan membuat empat pemain dalam membangun serangan untuk menarik Anda di belakang gelandang bertahan di mana tidak ada banyak pemain. Saat bola melebar, mereka sangat cepat ketika menyerang dari belakang.

"Tidak mudah untuk mengontrolnya. Namun ketika Anda mendapatkan kembali bola itu, ada banyak pemain di depan bola untuk transisi dan membuat satu atau dua operan di belakang, Anda memiliki kesempatan untuk menyerang," tambahnya.

Guardiola dikenal sebagai manajer yang sangat detail dalam menerapkan skema bermain. Untuk menjalankan sistem yang dibangun, ia membutuhkan kerja sama semua pemain.

Respons Grealish

Grealish mengakui kesalahannya. Namun menganggap kemarahan Guardiola sebagai hal yang normal.

"Itu hanya pekerjaan dalam bertahan. Saya tidak akan terlalu banyak membahasnya karena dia mungkin menginginkan taktik yang sama di akhir pekan," kata Grealish.

“Seperti itulah manajer, dia (Guardiola) selalu ingin lebih bertahan dan menyerang, dan dia jelas seseorang yang akan saya dengarkan setelah semua yang dia lakukan dalam permainan. Dia memberikan informasi yang berguna."