BolaSkor.com - Christian Eriksen kembali tampil menonjol saat Inter Milan menaklukkan Sampdoria dengan skor 2-1 dalam lanjutan Serie A, Senin (22/6) dini hari wib. Gelandang berkebangsaan Denmark itu nampak sudah semakin nyaman bermain di bawah asuhan Antonio Conte.

Gol pertama Inter yang dicetak Romelu Lukaku merupakan assist Eriksen. Ia juga sempat memiliki beberapa peluang emas untuk mencetak gol.

Penampilan tersebut melanjutkan tren positif Eriksen sejak kompetisi bergulir kembali. Sebelumnya ia juga mencetak gol spektakuler saat Inter bermain imbang 1-1- dengan Napoli pada leg kedua semifinal Coppa Italia.

Padahal Eriksen sempat kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Italia dan strategi yang diterapkan Conte. Sebelum kompetisi ditangguhkan, ia hanya satu kali ditampilkan sebagai starter di Serie A.

Baca Juga:

Usai Inter Milan Libas Sampdoria, Romelu Lukaku Anggap 12 Laga Sisa bak Final

Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa: Real Madrid dan Inter Milan Menang, Liverpool Tertahan

Inter Milan Vs Sampdoria, Mencari Siasat di Tengah Situasi Gawat

"Saya bangga berada di sini dan kenyataan bahwa Inter menginginkan saya. Saya kecewa tidak merasakan atmosfer yang dibuat para penggemar di stadion, tetapi segalanya berjalan baik dengan semua orang," kata Eriksen kepada Sky Sports Italia.

"Saya tidak berpikir anda telah melihat Eriksen yang sebenarnya. Saya dapat terus berkembang dan berharap untuk mencetak lebih banyak gol."

Eriksen didatangkan Inter pada bursa transfer musim dingin lalu, Nerazzurri harus mengeluarkan dana sebesar 20 juta euro untuk memboyongnya dari Tottenham Hotspur.

Eriksen dikenal sebagai gelandang kreatif terbaik di Eropa. Saat membela Tottenham, Eriksen mampu membukukan 89 assist dari 305 pertandingan.

Tak heran jika kehadirannya diharapkan bisa membuat duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez menjadi lebih tajam. Hal itu mulaio terlihat di laga kontra Sampdoria.

Performa Eriksen yang kian menanjak bisa menjadi modal Inter untuk ikut bersaing merebut Scudetto. Mengejar ketertinggalan enam poin dari Juventus dengan 12 laga tersisa tentu bukan hal yang mustahil untuk dilakukan.