BolaSkor.com - Lima kekalahan dan satu kemenangan. Itulah catatan dari perjalanan singkat Juventus di fase grup Liga Champions 2022-2023. Il Bianconeri gagal melanjutkan ke fase gugur dan harus rela turun kasta bermain di Liga Europa.

Bahkan di laga terakhir grup yang tidak lagi menentukan - hanya harga diri - melawan PSG di Allianz Stadium, Kamis (03/11) dini hari WIB, Leonardo Bonucci dkk kalah dengan skor 1-2 dari dua gol PSG yang dicetak Kylian Mbappe (13') dan Nuno Mendes (69'), yang diperkecil gol Bonucci (39').

Pertahanan yang sudah identik dengan Juventus sangat rapuh di musim ini dan telah kebobolan 13 gol. Massimiliano Allegri pun dalam tekanan dan banyak tuntutan pemecatan kepada dirinya, namun ia masih dapat dukungan manajemen.

Bermain di Liga Europa cukup melegakan daripada tidak sama sekali, meski begitu Allegri juga mengakui ada rasa sakit dari Juventus karena gagal bertahan lebih lama lagi di Liga Champions.

Baca Juga:

Liga Champions: RB Salzburg Percaya Keajaiban Terjadi di San Siro

Hasil Pertandingan: AC Milan ke-16 Besar, Juventus Tutup Fase Grup dengan Kekalahan

AC Milan Bermimpi Datangkan Roberto Firmino secara Gratis

“Kami memiliki permainan yang bagus, sangat disayangkan tentang hasilnya,” kata Allegri kepada Mediaset.

“Kami berada di Liga Europa dan mulai besok kami membuka lembaran baru untuk fokus di Serie A. Kami harus bersemangat, marah, dan segera kembali bekerja."

"Ada bagian dari kami yang harus puas mencapai tempat Liga Europa, tetapi bagian lain harus marah, karena kami tidak bisa membiarkan eliminasi ini meluncur berlalu begitu saja."

Fans Juventus kecewa tapi kekecewaan mereka sedikit terobati karena bintang muda tim, Federico Chiesa, melakukan comeback bermain setelah cedera parah yang membuatnya absen kurang lebih 10 bulan.

"Dia (Chiesa) menjalani sesi latihan yang bagus kemarin, saya memiliki beberapa keraguan atas kekuatan mentalnya setelah berbulan-bulan absen, tetapi dia tampak tenang dan fokus, jadi saya merasa terinspirasi untuk memainkannya," terang Allegri soal Chiesa.

"Dia sangat bersemangat dan kami hanya perlu mendapatkannya kembali secara bertahap sebelum jeda Piala Dunia, sehingga dia bisa berada dalam kondisi terbaik pada Januari mendatang."