BolaSkor.com - Pasca terlihat menangis selepas kekalahan 0-1 Portugal dari Maroko di perempat final Piala Dunia 2022, Cristiano Ronaldo tidak lagi terdengar. Padahal saat ini ia berstatus free agents (tanpa klub) pasca kontraknya diputus Manchester United.

Kendati sudah berusia 37 tahun dan performanya menurun, nama Cristiano Ronaldo tetap populer seperti halnya Lionel Messi. Publik masih penasaran dengan klub masa depan Ronaldo yang pernah membela Sporting Lisbon, Man United (dua periode), Real Madrid, dan Juventus.

Klub Arab Saudi Al-Nassr sangat menginginkannya dan menyiapkan kontrak besar untuk pemenang lima Ballon d'Or tersebut. Ronaldo sedianya masih ingin bermain di Eropa dan Liga Champions, tetapi kabarnya klub-klub tak lagi mengincarnya.

Terlebih setelah melihat wawancaranya bersama Piers Morgan saat ia menyindir Ralf Rangnick, Wayne Rooney, dan Erik ten Hag. Citra Ronaldo di mata publik menurun karena hal tersebut, terutamanya saat ini di penghujung kariernya.

Baca Juga:

Prancis 3-3 Argentina (2-4 Pen): Akhir Penantian 36 Tahun Trofi Piala Dunia Albiceleste

Bintang Laga Prancis Vs Argentina: Kylian Mbappe, Ukir Rekor dalam Sejarah 92 Tahun Piala Dunia

Deschamps Enggan Anggap Kemenangan Argentina Dibantu Wasit, tetapi Ada Sesuatu yang Mengganjal

Akhir Cerita Dua Rival: Warisan Cristiano Ronaldo Ternodai, Lionel Messi Pemenang Sejati

Mantan rekan setimnya di Sporting Lisbon, Marius Niculae, memprediksi Ronaldo akan bermain di Al-Nassr atau MLS (Major League Soccer) di Amerika Serikat.

"Pernyataan yang dia buat dalam wawancara itu (dengan Piers Morgan) sangat menentukan kepergiannya dari Manchester United," kata Niculae seperti dilansir dari Marca.

"Saya pikir dia akan memilih Al Nassr atau Amerika. Kemudian, dari apa yang saya baca, saya pikir dia ingin masuk ke film dan Hollywood."

Sebagai mantan rekan setim Ronaldo, Niculae, juga menuturkan bagaimana sosok Ronaldo kala keduanya bersama di Sporting Lisbon. Menurut Niculae, Ronaldo sosok yang sulit melebur dengan rekan setim dan memilih menyendiri.

"Dia bukan orang yang mudah bergaul. Kami selalu berusaha membuatnya datang ke meja untuk makan bersama kami, tetapi dia selalu berada di dunianya sendiri," papar Niculae.

"Dia pergi ke gym sendirian. Terkadang, setelah latihan, kami semua pergi makan, tapi dia tidak pernah datang."

Niculae memprediksi hal tersebut kembali terulang dengan Portugal dan di sana rekan setimnya tidak lagi menerima Cristiano Ronaldo.

"Saya pikir tim itu (Portugal) tidak menerimanya lagi. Pepe adalah satu-satunya yang cocok dengannya. Saya telah melihat beberapa foto, Bruno Fernandes sedikit menghindarinya," pungkas Niculae.