BolaSkor.com - Liga-liga besar Eropa, termasuk kompetisi antarklub Eropa, mengalami penundaan sebagai imbas merebaknya pandemi virus corona (COVID-19). Ketidakpastian membayangi masa depan sepak bola Eropa, bahkan dunia.

Dengan penghentian sementara kompetisi, mencuat kekhawatiran, khususnya terkait dengan situasi finansial klub. Pasalnya mayoritas sumber pendapatan klub-klub berasal dari hari pertandingan, dari penjualan tiket hingga pernak-pernik klub yang dijual pada hari laga.

Beberapa klub bahkan sudah bersiap dengan cara untuk melakukan pemotongan gaji pemain. Berikut tujuh masalah yang membayangi sepak bola Eropa dan dunia.

Baca Juga:

Dampak Pandemi Virus Corona, LaLiga Resmi Hentikan Kompetisi Tanpa Batas Waktu

LaLiga FIFA 20 Challenge, Hiburan Pemain di Kala Sepak Bola 'Mati' karena Virus Corona

Dampak Ekonomi Pandemi Virus Corona, Barcelona Bisa Potong Gaji Pemain


1. Bagaimana Liga Berakhir?

Beberapa waktu terakhir muncul paling tidak tiga opsi untuk mengakhiri kompetisi domestik.

Pertama, kompetisi akan dimainkan saat memungkinkan. Pilihan lain, kompetisi akan dilanjutkan tanpa penonton. Sedangkan pilihan terakhir adalah menghentikan komeptisi dengan posisi klasemen terakhir atau malah membatalkan liga musim ini.

Kebanyakan klub menginginkan kompetisi musim ini berlanjut hingga pekan terakhir, meski tidak diketahui kapan selesainya. Pasalnya dampak ekonomi jika komeptisi dihentikan akan sangat besar.


2. Risiko Bangkrut

Ada kemungkinan kompetisi masih berlangsung meski kontrak hak siar televisi sudah berakhir.

Dengan kata lain ada kemungkinan klub tidak menerima uang dari televisi yang menilai masa depan mereka dalam risiko.

Seperti diketahui, uang hak siar televisi merupakan salah komponen besar dalam pendapatan klub. Tanpa adanya uang siar banyak klub yang akan kesulitan memenuhi biaya pengeluaran.


3. Pemain Jadi 'Korban'

Saat menghadapi kesulitan keuangan, salah satu langkah yang bisa dilakukan klub adalah memangkas bayaran pemain.

Saat ini di Spanyol, beberapa klub dikabarkan Marca sudah meminta kesediaan pemain untuk bersedia dipotong gajinya sebesar 10 hingga 20 persen.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan klub akan menawarkan negosiasi ulang kontrak pemain dengan gaji yang lebih rendah.


4. Masalah Kontrak

Kontrak pemain dan perjanjian peminjaman pemain umumnya berakhir pada 30 Juni. Dengan situasi kemungkinan akan ada masa perpanjangan hingga akhir Juli.

Banyak pihak yang berpendapat, tidak masuk akal jika kontrak berakhir padahal kompetisi masih berjalan.


5. Nilai Transfer Anjlok

Banyak yang memperkirakan, pada bursa transfer yang akan datang nilai transfer pemain akan mengalami penurunan. Karenanya pada bursa berikut kecil kemungkinan ada pemain yang dibeli dengan nilai di atas 100 juta euro.

Klub-klub kecil akan terpaksa menjual pemain mereka dengan harga terjangkau kerena klub besar akan berpikir dua kali untuk mengekuarkan banyak uang saat pemasukan terbatas.


6. Jendela Transfer Pendek

Jika liga-liga berakhir ujung Juli, maka otomatis memperpendek masa jendela transfer musim panas.

Terbatasnya jendela transfer akan berdampak pada makin sedikitnya transfer pemain. Terlebih kompetisi akan dimulai lebih cepat untuk menyesuaikan gelaran Piala Eropa 2021.


7. Harga Pemain Melambung pada 2021

Jika segala sesuatu bisa kembali normal lebih cepat, maka harga pemain bakal kembali naik.

Klub-klub akan mencari kesempatan meraih banyak uang dari penjualan pemain dan calon kondisi pembeli sudah kembali normal.