BolaSkor.com - RB Leipzig akan menghadapi Atletico Madrid pada perempat final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Jumat (14/8) dini hari WIB. Ini merupakan kali perdana Leipzig menghadapi lawan asal Spanyol di kompetisi Eropa.

Melawan Atletico, Leipzig akan tampil tanpa Timo Werner yang sudah bergabung dengan Chelsea. Pelatih Julian Nagelsmann akan mencari sosok yang bisa menjadi senjata. Sosok itu adalah Dani Olmo, pemain asal Spanyol.

"Dani memiliki banyak kualitas yang membuatnya bisa bermain di posisi mana saja," demikian terang mantan pelatih Olmo muda dikutip dari Marca.

Baca Juga:

7 Fakta Menarik Laga Atalanta Vs PSG: 149 Detik yang Ubah Nasib Les Parisiens

Atalanta 1-2 PSG: Comeback Dramatis Antarkan Les Parisiens ke Semifinal

Atletico Madrid Umumkan Dua Pemain yang Terinfeksi Virus Corona

Sejak didatangkan dari Dinamo Zagreb musim dingin lalu, Dani Olmo langsung mampu menjadi figur penting Leipzig. Berposisi sebagai gelandang serang, kehadiran Dani Olmo mampu membuat permainan Leipzig lebih hidup.

Torehan empat gol dan satu assist dari 13 pertandingan sudah cukup menjadi bukti kontribusi pemain 22 tahun itu. Tak sungkan Nagelsmann memuji Dani Olmo sebagai pemain yang punya sentuhan bagus dan memiliki mentalitas juara.

"Dani Olmo sempat mengalami beberapa masalah kecil dalam hal adaptasi, tapi sekarang dia sudah berada di level yang sangat tinggi," ujar Nagelsmann.

"Saat ini dia dalam kondisi bagus, sangat agresif, punya mental juara, dan sentuhan sempurna," lanjut sang pelatih.


Alur Karier Menarik

Dani Olmo adalah kelahiran asli Catalunya. Dia lahir di Terrassa, sebuah kota kawasan Catalunya, Provinsi Barcelona, pada 7 Mei 1998.

Datang dari keluarga eks pesepak bola Miquel Olmo, dia tak langsung menimba ilmu di La Masia. Dia terlebih dahulu masuk akademi Espanyol pada 2006. Selang setahun setelahnya, Dani Olmo masuk ke La Masia.

Namun tak begitu lama Olmo kemudian mengambil langkah tak biasa, dia memilih bergabung dengan akademi klub raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb pada 2014.

Alur yang diambil Dani Olmo tersebut terbilang tidak biasa. Umumnya seorang pemain muda dari La Masia yang gagal menembus tim utama akan menuju tim lain di LaLiga atau Divisi Segunda. Kalaupun merantau ke luar Spanyol, pemain hijrah ke liga top Eropa macam Premier League, Serie A, atau ke Portugal.

"Alasan saya ke Dinamo sangat sederhana. Menurut saya ini pilihan terbaik untuk pengembangan karier sepak bola," kata Dani Olmo kala itu.

"Dinamo memiliki fasilitas bagus untuk pemain muda. Mereka sangat baik bekerja dengan pemain muda. Mereka memberi pemain muda peluang bermain di tim utama," lanjutnya.

Melihat ke belakang, Dinamo Zagreb memang sukses menghasilkan banyak bintang yang kemudian membela klub-klub papan atas Eropa. Beberapa nama seperti Luka Modric, Alen Halilovic, Matteo Kovacic, Mario Mandzukic, dan Dejan Lovren merupakan jebolan Dinamo Zagreb.

Selama sekitar 5,5 tahun di Kroasia, Olmo menyaksikan Zagreb menjuarai Liga Kroasia sebanyak empat kali dan Piala Kroasia sebanyak tiga kali. Musim 2017-18 Zagreb merengkuh gelar ganda Liga dan Piala Kroasia ketika Olmo sudah menjadi pemain reguler.

Semusim setelahnya, Dani Olmo menyabet penghargaan Football Oscar untuk tiga kategori sekalgus; Pemain Terbaik, Pemain U-21 Terbaik, dan masuk Team of the Year. Pencapaian yang membuat RB Leipzig menggaetnya pada Januari 2020.

Dano Olmo menerima bergabung dengan Leipzig bukan tanpa alasan. Dani Olmo yakin klub milik Red Bull itu memiliki proyek yang jelas. "RB Leipzig adalah klub yang setiap hari bekerja untuk menjadi lebih baik. Rekan setim dan seluruh personel klub termotivasi untuk terus berkembang setiap hari. Ini klub muda yang banyak diisi pemain potensial dan berkualitas."

Tentu saja Julian Nagelsmann juga menjadi alasan Dani Olmo hijrah ke Leipzig. "Dia banyak berbicara kepada para pemain, soal taktik, jika ada hal-hal yang tidak Anda mengerti, Anda bisa berbicara dengannya. Tidak ada masalah," jelas Dani Olmo soal sang pelatih.

Kini Nagelsmann sangat membutuhkan kontribusi Dani Olmo untuk memastikan tempat di semifinal Liga Champions. Mampukah Dani Olmo membawa Leipzig menyingkirkan Atletico Madrid?