BolaSkor.com - Gelandang Italia berusia 35 tahun, Daniele De Rossi, mengejutkan penggemar dan pecinta sepak bola Italia dengan keputusannya untuk tidak lagi memperkuat AS Roma yang sudah diperkuatnya sejak tahun 2000 (dari level akademi).

De Rossi bukan pensiun, melainkan hengkang dan akan melanjutkan kariernya di klub berbeda. Artinya, De Rossi tidak akan menjadi one man club yang sepanjang kariernya hanya memperkuat satu klub.

"De Rossi tidak akan pensiun dari sepak bola profesional pada akhir musim ini. Pemain berusia 35 tahun berencana mengejar petualangan baru di luar Roma. Sebagaimana rekornya bersama Roma, De Rossi juga menikmati karier internasional yang brilian," tulis pernyataan di laman resmi Roma.

Tentu saja De Rossi pergi bukan karena ia tidak loyal kepada Giallorossi. De Rossi, sama seperti Francesco Totti dan Alessandro Florenzi, akan selalu siap menumpahkan titik darah penghabisan untuk membela klub Ibu Kota.

Baca Juga:

Daniele De Rossi Gagal Jadi One Man Club di AS Roma

Nestapa PSG Bisa Jadi Momen Kebangkitan AS Roma

Hidetoshi Nakata, Propaganda Terbesar Jepang Sepanjang Sejarah Sepak Bola

Daniele De Rossi

De Rossi terkenal sebagai pemain yang vokal dan tidak pernah berbohong dalam ucapannya.

Tempo hari, De Rossi pernah mengkritisi keputusan Gian Piero Ventura, eks pelatih timnas Italia, ketika sang pelatih memilih memainkannya ketimbang Lorenzo Insigne kala timnas sedang memainkan laga krusial melawan Swedia di Play-off Piala Dunia 2018.

Tak ayal ada sesuatu yang salah dengan manajemen Roma yang dipimpin oleh Presiden berdarah Italia kelahiran Amerika Serikat, James Pallotta. Hal tersebut bisa dilihat dari ucapan De Rossi berikut ini.

"Saya ingin bermain dan ada perbedaan kecil pendapat di antara kami (dengan direksi), tapi saya tak dendam dengan siapa pun. Saya akan berbicara kepada presiden suatu hari nanti. Saya juga tak punya masalah dengan Franco Baldini (Direktur Olahraga Roma)," tutur De Rossi.

"Saya melakukannya dengan baik jika saya bermain baik dan menyelesaikan masalah di ruang ganti pemain. Jika saya direktur yang bagus, saya akan memperpanjang kontrak saya sendiri. Tapi, saya tak bisa melakukan apapun saat ini."

Marcello Lippi, mantan pelatih De Rossi di timnas Italia, bahkan bisa mencium keanehan di jajaran direksi Roma. Menurutnya, apabila De Rossi dapat menentukan nasibnya sendiri, ia akan memilih pensiun dengan Roma.

Daniele De Rossi

"Saya yakin jika dia (De Rossi) bisa, Daniele tidak akan meninggalkan Roma dan akan mengakhiri kariernya di Trigoria. Itu kesan yang saya dapatkan karena saya belum berbicara dengannya," imbuh Lippi.

"Dia masih punya hasrat besar untuk terus bermain, maka dia memutuskan menemukan jalan baru dan tidak dipaksa berhenti (pensiun)," lanjutnya.

Figur-figur top Italia kebanyakan terkejut dengan keputusan tersebut. Mereka tidak menyalahkan De Rossi, namun, menyayangkan kepergiannya dari Roma, seperti yang dikatakan legenda Milan, Paolo Maldini.

"Kisah pemain selalu berakhir di beberapa poin, tapi jujur saja ini sesuatu yang mengejutkan saya. Saya tidak menyangkanya, tapi dia selalu jadi jiwa yang sangat independen. Dia akan tahu apa yang dilakukan dan diinginkannya," tambah Maldini.

Tidak ada yang tahu pasti apa 'dosa' manajemen hingga satu per satu bintang klub kecewa dan memutuskan pergi. De Rossi bukan satu-satunya. Musim lalu, Radja Nainggolan mengungkapkan fakta bahwa ia dijual ke Inter Milan tanpa sepengetahuannya.