BolaSkor.com - RB Leipzig melaju ke semifinal Liga Champions usai menang 2-1 atas Atletico Madrid, Jumat (14/08) dini hari WIB di Estadio Jose Alvalade. Leipzig menjadi tim pertama dari Jerman selain Bayern Munchen dan Borussia Dortmund yang mencapai semifinal setelah Schalke pada 2010.

Di balik sukses lolos ke semifinal Liga Champions, mencuat satu sosok pemain yang cemerlang bersama Leipzig sepanjang musim ini. Sosok tersebut adalah Dayot Upamecano. Pemain yang baru saja mengikatkan komitmen dengan Leipzig hingga 2023 tersebut merupakan benteng tanggung di lini pertahanan Leipzig. Bek berusia 21 tahun itu kembali tampil solid saat Leipzig menyingkirkan Atletico Madrid.

Timo Werner yang memiliki kecepatan tidak bisa melewatinya dan pemain besar macam Yussuf Poulsen tidak mampu menggoyahkannya. "Saya lumayan tinggi, punya fisik tangguh, dan lumayan kuat. Tapi saya tidak bisa membuatnya bergerak satu inci pun," ujar Poulsen.

Baca Juga:

RB Leipzig 2-1 Atletico Madrid: Cerita Indah Die Roten Bullen Berlanjut di Liga Champions

Dayot Upamecano, Raksasa Lini Belakang Leipzig yang Membuat Bayern Munchen Frustrasi

Julian Nagelsmann, Pelatih Esentrik dengan Metodologi Kepelatihan Modern

Itu adalah gambaran rutin yang terjadi saat sesi latihan Leipzig. Penyerang Leipzig Emil Forsberg mengungkap tidak ada seorang pun yang bisa melewati Upamecano dalam latihan. Tidak heran jika seiring jalannya waktu Dayot Upamecano menjadi sorotan dunia.

Dikisahkan, Timo Werner, yang saat ini bergabung dengan Chelsea, dalam latihan memiliki kebiasaan mendorong bola dan menantang pengawalnya beradu sprint. Pada akhirnya, dikutip dari majalah Kicker, Werner berpikir dua kali saat Upamecano yang mengawalnya.

"Ada apa, Timo? Apa kamu sedang sakit," ujar Ralph Hasenhuttl, pelatih Leipzig saat itu.

Belakangan Werner mengungkapkan bahwa Upamecano adalah lawan yang paling tidak nyaman. "Saya belum pernah melihat bek tengah yang lebih cepat darinya. Ditambah lagi dia punya fisik yang luar biasa kokoh," papar Werner.

Tidak hanya di sesi latihan, Upamecano juga membuat para penyerang di Bundesliga dan kompetisi Eropa merasakan apa yang dialami Werner, Poulsen, dan Forsberg. "Beast" atau Binatang buas, itulah sebutan yang sering dipakai menggambarkan bek timnas Prancis U-21. Eks pelatih Leipzig Ralf Rangnick menyebut Upamecano sebagai "fenomena alam".

Sepanjang musim 2019-20, Upamecano tampil brilian di jantung pertahanan Leipzig. Pemain kelahiran Evreux, Prancis, 27 Oktober 1998 itu mampu memenangkan lebih dari 60 persen duel satu lawan satu di Bundesliga. Dia juga mencatat 68 persen kemenangan saat duel udara.

Dalam laga melawan Atletico, Upamecano membuat Diego Costa tidak berkutik. Upamecano juga mencatat dribel dan tekel sukses mencapai 100 persen dalam laga tersebut. Plus 99 sentuhan, lima sapuan, dan akurasi umpan mencapai 92 persen. Tidak heran di akhir laga Upamecano dipilih sebagai man of the match.

"Sorotan sejauh ini adalah menyaksikan Dayot Upamecano yang luar biasa. Masa depan cerah ada di depan bek muda Prancis. Luar biasa dengan atau tanpa bola," eks kapten Inggris Gary Lineker menulis di akun Twitter-nya.

Upamecano telah berkali-kali menunjukkan bahwa dia mampu menghadapi tantangan apa pun. Mengenal sepak bola di lingkungan tertutup dan lapangan dengan permukaan keras di sekitar Evreux, Normandy, Upamecano acap dihadapkan dengan tantangan. Dia juga memiliki masalah gagap saat bicara. Sepak bola membantunya melewati tantangan tersebut.

Pemain nomor 5 Leipzig adalah juara Eropa U-17 bersama Prancis pada 2015 dan telah mendapatkan 15 caps untuk tim U-21. Dia bisa menjadi bagian dari pertahanan empat pemain atau tiga. Upamecano sudah menjadi pemain reguler Bundesliga sejak pindah dari juara Austria Red Bull Salzburg pada 2017.

Melihat performanya yang makin melejit, hanya masalah waktu sebelum Upamecano bergabung dengan teman masa kecilnya Ousmane Dembele di timnas senior.

Di bawah panduan Hasenhuttl, Upamecano telah belajar untuk menyalurkan agresi dan antusiasmenya, memilih kapan menggunakan keduanya secara efektif.

"Dia berkembang sangat baik bersama kami dan menjadi jauh lebih pintar," kata bek Jerman Klostermann kepada kicker. "Dia tidak pernah lepas dari lawan yang dikawalnya dan selalu membereskan segalanya."

Orang-orang yang mengenalnya menyebut Upamecano pribadi yang membumi di luar lapangan. Sat di Salzburg, suporter acap melihat dia bersepeda ke tempat latihan. Saat ini, mengunjungi kebun binatang Leipzig menjadi kegiatan yang paling disukainya untuk mengisi waktu.

Di atas lapangan, Upamecano bernyali besar, menakutkan, kokoh. Karakteristik yang membantu dia ketika meredam penyerang-penyerang tangguh macam Robert Lewandowski dari Bayern Munich dan Erling Haaland tombak Borussia Dortmund.

Makin meningkatnya performa Upamecano tidak terlepas dari keyakinannya terhadap permainan yang diterapkan Julian Nagelsmann. "Saya ingin mengambil langkah selanjutnya bersama Leipzig dan mencapai tujuan kami. Saya yakin dengan cara kami memainkan sepak bola."

Tidak sedikit yang menilai, semua ini hanyalah awal sebuah karier gemilang dari seorang bek muda bernama Dayot Upamecano, fenomena alam di jantung pertahanan Leipzig.