BolaSkor.com - Kiper asal Inggris, Dean Henderson, jadi salah satu pemain yang pergi meninggalkan Manchester United di musim panas 2022. Eksodus pemain memang terjadi selepas musim 2021-2022 berakhir.

Sejauh ini mereka yang pergi adalah Edinson Cavani, Juan Mata, Nemanja Matic, Jesse Lingard, Paul Pogba, hingga Dean Henderson yang sedianya jadi pelapis kompetitif David De Gea. Kini De Gea dilapis oleh Tom Heaton.

Henderson dipinjamkan Manchester United ke Nottingham Forest tanpa adanya opsi permanen. Pemain berusia 25 tahun itu pun tak berpikir panjang meninggalkan Man United, sebab musim lalu ia jarang main dan di akhir tahun ini ada Piala Dunia 2022.

Musim lalu Henderson hanya tampil tiga kali di Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions tanpa kans bermain di Premier League. Ia tak ingin situasi itu terulang musim ini dan pada akhirnya tak dipanggil timnas Inggris untuk bermain di Piala Dunia 2022.

Baca Juga:

Pramusim Berakhir, Manchester United Positif Tatap Premier League 2022-2023

Prediksi Premier League 2022-2023: Juara Sudah Terbaca, Empat Besar Sulit Ditebak

Tegas, Erik Ten Hag Berniat Cadangkan Cristiano Ronaldo di Premier League

Kedatangan Erik ten Hag sama sekali tak mengubah keputusannya. Henderson sudah bulat meninggalkan Man United musim ini, sebab ia merasa ditipu oleh manajemen yang menjanjikan posisi nomor satu kiper United, tetapi faktanya tidak demikian.

“Saya tidak benar-benar ingin manajer datang dan melihat saya dalam latihan karena saya tahu dia mungkin ingin mempertahankan saya,” terang Henderson kepada talkSPORT.

"Percakapan yang saya lakukan (dengan Manchester United setelah Piala Eropa 2020) adalah 'Anda datang ke sini untuk menjadi kiper nomor satu'."

"Saya COVID-19, kemudian kembali, jadi saya seharusnya tetap menjadi yang nomor satu (kiper), tetapi sayangnya tidak ada yang satu pun yang memberitahu saya."

“Itu juga sangat membuat frustrasi karena saya menolak begitu banyak pinjaman bagus musim panas lalu karena alasan itu, dan mereka tidak akan membiarkan saya pergi, jadi itu membuat frustrasi. Duduk di sana dan menghabiskan 12 bulan benar-benar tak bagus di usia saya, saya marah."

"Tapi saya bekerja keras di luar lapangan dan di lapangan latihan untuk terus berkembang dari hari ke hari, jadi saya sangat bersemangat untuk kembali ke sini dan menantikan musim bersama Forest," tegas dia.