BolaSkor.com - Arema FC saat ini tengah menyusun kembali sejumlah agenda yang sempat terbengkalai sepanjang berhentinya kompetisi Liga 1. Salah satu upaya revisi itu menyangkut terkait anggaran dana.

SK PSSI tertanggal 27 Juni kemarin, menjadi pijakan langkah bagi tim Singo Edan. Tak hanya gaji yang akan direvisi menjadi 50 persen, Arema FC juga akan memangkas fasilitas bagi anggota timnya.

"Ya, fasilitas bagi anggota tim untuk pemain dan pelatih asing, masuk ke dalam pertimbangan. Harus dipangkas, tak hanya nominal gaji pada kontrak," ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Baca Juga:

Arema FC Segera Terapkan Pemenuhan Gaji Sesuai SK PSSI

SK PSSI Sesuai dengan Ekspektasi Arema FC

Pihaknya menjelaskan, bahwa langkah itu semata-mata bertujuan untuk melakukan efisiensi. Karena di satu sisi, klub juga dituntut tetap memenuhi hak anggota tim, meski sudah tidak lagi mendapat pemasukan setelah kompetisi Liga 1 berhenti.

Meski begitu, manajemen tetap akan mengupayakan hasil yang terbaik dan tidak atas keputusan satu pihak saja. Melainkan dengan melibatkan pemain atau pelatih asing sebelum memberikan fasilitas tersebut.

"Tidak lantas dipangkas sampai 50 persen, seperti gaji. Mungkin fasilitasnya bernilai 60 atau 70 persen, bisa negosiasi lagi," ungkapnya.

Ruddy lantas mencontohkan salah satu fasilitas itu adalah rumah berkategori cukup mewah. Sejauh ini, baru tiga dari tujuh penggawa asing Arema FC yang sudah mendapatkannya.

"Misal rumah kontrakan yang harganya Rp100 juta, menjadi Rp60 juta saja. Saya pikir, mereka juga mengerti situasi ini," pungkas Ruddy Widodo. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)