BolaSkor.com - Romelu Lukaku ternyata memiliki dendam pribadi kepada mantan pelatihnya di Chelsea, Andre Villas-Boas. Ia merasa diperlakukan dengan buruk oleh juru taktik berkebangsaan Portugal tersebut.

Villas-Boas ditunjuk menangani Chelsea pada musim panas 2011. Pada waktu yang hampir bersamaan, Lukaku yang baru berusia 18 tahun juga merapat ke Stamford Bridge dari Anderlecht.

Alih-alih mengisi skuat utama, Villas-Boas mengirim Lukaku ke tim cadangan. Nama sang penyerang juga tak disertakan ke daftar skuat Liga Champions 2011-2012.

Kekesalan Lukaku tak sampai di situ. Ia juga mempertanyakan cara Villas-Boas mengembangkan kemampuannya.

Baca Juga:

Legenda Inter Heran Lukaku Gagal di Manchester United

Lockdown Tak Halangi Kerja Sama Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez

Separuh dari 69 Gol Inter Milan Dicetak Duet Maut Tim, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez

"Sesekali saya harus bermain di posisi kiri depan, lalu pada laga lainnya saya ditempatkan di kanan depan. Anda tidak berkembang seperti itu,” ucap Lukaku kepada media Belgia, Het Laatste Nieuws.

"Saya tahu Villas-Boas juga berada di bawah tekanan. Tetapi, itu seharusnya tidak menjadi sebab memperlakukan saya seperti itu."

Tak sampai semusim, Villas-Boas dipecat Chelsea karena menelan serangkaian hasil buruk. Roberto Di Matteo ditunjuk sebagai penggantinya.

Lukaku punya kesan berbeda terhadap pelatih berkebangsaan Italia tersebut. Ia sangat tersentuh dengan sikap Di Matteo yang memperlakukan semua pemain secara adil.

Salah satu contohnya terjadi saat Chelsea melakoni laga final Liga Champions 2011-2012 kontra Bayern Munchen. Di Matteo memberangkatkan seluruh anggota tim sekalipun tak terdaftar dalam partai puncak tersebut.

"(Roberto) Di Matteo memiliki pendekatan berbeda, dan dia langsung melibatkan saya dalam segala hal. Itu seharusnya (pergantian pelatih) dilakukan jauh lebih awal," tambahnya.

"Sungguh, saya tidak akan pernah memaafkan pelatih sebelumnya (Villas-Boas)."

Lukaku pada akhirnya gagal merebut tempat utama bersama Chelsea. Ia kemudian berpindah-pindah klub mulai dari Everton, Manchester United, hingga kini bersama Inter Milan.