BolaSkor.com - Pekan 10 Premier League akan menghadirkan Derby London di Stamford Bridge antara Chelsea melawan Tottenham Hotspur, Minggu (29/11) pukul 23.30 WIB. Keduanya dalam momentum bermain yang bagus.

Tottenham memuncaki klasemen Premier League dengan raihan 20 poin dari sembilan laga, diikuti Chelsea di urutan tiga dengan koleksi 18 poin. Tottenham teranyar menang telak 4-0 atas Ludogorets.

Kemenangan itu menurut Opta memastikan Spurs memenangi lima laga beruntun di seluruh kompetisi untuk kali pertama sejak November 2018. Momentum yang sama juga dimiliki Chelsea yang pertahanannya menguat sejak Edouard Mendy jadi kiper The Blues.

Meski begitu Chelsea memiliki sedikit keuntungan dari segi statistik. Pertama Tottenham hanya sekali menang dari 34 laga terakhir ke Stamford Bridge di seluruh kompetisi (11 kali menang dan 22 kali kalah).

Baca Juga:

Hasil Laga-laga Liga Europa: Duo London Utara Berjaya, Milan Imbang

Setahun Jose Mourinho di Tottenham, Saatnya Jadi Juara?

Petarung Titel Liga, Tottenham Bukan Lagi Pengusik Zona Liga Champions

Tottenham dan Chelsea dalam momentum bagus

Lalu Chelsea juga memenangi tiga laga terakhir kontra Spurs. Berdasarkan statistik tersebut kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta berharap timnya dapat kembali 'menjinakkan' Spurs di Stamford Bridge.

"Ini adalah salah satu jenis pertandingan ketika Anda biasanya merasakan atmosfer khusus di Bridge dan pertandingan itu (pada 2016), kami mengalami musim yang buruk, kami kalah 0-2 di babak pertama," kenang Azpilicueta dikutip dari Goal.

"Tapi, di babak kedua, atmosfer di sekitar stadion ... Saya pikir ada sesuatu yang termotivasi hari itu meski pun kami tidak bermain untuk appun, hanya untuk tidak membiarkan Tottenham memenangkan liga. Bukan hanya permainannya, itu adalah perburuan gelar juga yang mereka ikuti."

"Setiap tahun berbeda dan kami memiliki rekor yang sangat bagus melawan mereka hingga dua atau tiga musim lalu ketika kami kalah, tapi, mudah-mudahan, kami bisa terus mengalahkan mereka di Bridge," harap Azpilicueta.

Chelsea memang tidak bisa lengah. Spurs di musim kedua dilatih Jose Mourinho, eks manajer Chelsea jauh lebih berbahaya dan punya mentalitas kuat. Itu bisa dilihat dari empat kemenangan tandang Spurs di musim ini.

Duet Son Heung-min dan Harry Kane di kubu Spurs semakin berbahaya, begitu pula amunisi Chelsea dengan Hakim Ziyech, Timo Werner, Kai Havertz, Tammy Abraham, Callum Hudson-Odoi, dan Mason Mount.