BolaSkor.com – Direktur Olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengungkapkan Persija mengalami kerugian akibat dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

Menurut Ferry Paulus saat ini Macan Kemayoran sudah dalam finalisasi persiapan tim untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2021/2022. Namun karena adanya PPKM Darurat ini, Persija harus menunda persiapan tim.

Selama masa PPKM Darurat ini, Persija memang meliburkan tim, dan memberikan pemain materi latihan di rumah. Tidak hanya itu saja, Marco Motta dan Angelo Alessio pun lebih memilih untuk pulang ke Italia terlebih dahulu sampai menunggu kejelasan Liga 1 2021/2022.

Baca Juga:

Dua Momen Paling Berkesan bagi Rohit Chand di Persija

Rohit Chand Tak Menyangka Catatkan Lebih dari 100 Laga bersama Persija

"Harus diakui, memang ini sangat berdampak untuk Persija. Khususnya terkait teknis dan fisik para pemain. Sebelum PPKM Darurat, Persija sudah masuk tahap finalisasi menuju kick-off Liga 1. Dalam hal ini, materi latihan kami, fisik para pemain, kesiapan para pemain," kata Ferry Paulus saat dihubungi oleh awak media.

Kendati demikian, pria asal Manado tersebut mengatakan, Persija memaklumi karena kondisi saat ini memang tidak berpihak ke sepak bola.

"Buat Persija saat ini yang terpenting adalah kesehatan dan hajat bangsa. Itu jauh lebih penting dari sepakbola dan tetap menjadi prioritas yang utama," tutur pria yang akrab disapa FP itu.

"Persija sekali lagi mengajak Jakmania dan juga masyarakat untuk fokus serta taat kepada protokol kesehatan, juga tertib apa yang menjadi imbauan pemerintah. Kami mengajak seluruh masyarakat Jakarta, pendukung Persija, khususnya Jakmania agar berdoa bersama supaya pandemi ini cepat berlalu," pungkasnya.