BolaSkor.com - Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 132 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka pascalaga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), turut menyeret pihak Indosiar selaku official broadcaster Liga 1 2022/2023.

Sebab, pertandingan itu dianggap berlangsung terlalu malam, yaitu pukul 20.30 WIB. Dalam beberapa kajian disebutkan kalau laga yang berlangsung malam hari, apalagi di pertandingan dengan tensi tinggi seperti Arema FC vs Persebaya, memiliki risiko besar terkait keamanan dan kenyamanan para penonton.

Indosiar selama ini dituding berperan dalam penyusunan jadwal pertandingan, termasuk menentukan waktu kick off. Hal ini kemudian dibantah oleh Direktur Programming Indosiar, Harsiwi Achmad.

"Jadwal tayang itu sudah disusun dari awal oleh LIB. Dikoordinasikan dengan Indosiar, kemudian dalam perjalanannya pasti terjadi dinamika dan akhirnya memang LIB yang menentukan jadwal tayang, kemudian Indosiar harus mengikuti jadwal tayang tersebut," kata Harsiwi.

Baca Juga:

TGIPF Beri Kesimpulan Tragedi Kanjuruhan ke Presiden Jokowi pada Jumat Ini

PSSI Terima Masukan dari TGIPF demi Ekosistem Sepak Bola Indonesia yang Lebih Baik

Harsiwi juga membantah pihaknya memaksakan laga Arema FC vs Persebaya digelar pukul 20.30 WIB karena ada kepentingan iklan rokok.

"Saya kemukakan itu tidak benar, karena di dalam Liga 1 itu tidak ada iklan sponsor rokok. Kita kerja sama Liga 1 dari 2018 sampai sekarang tidak ada iklan rokok sama sekali," ujar Harsiwi.

Sebelumnya, dugaan soal kepentingan iklan rokok ini terungkap ketika pemeriksaan PSSI dengan PT LIB yang dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) di Kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polhukam RI), Jakarta, Selasa (11/10).

TGIPF juga terus mendalami penyebab laga Arema FC vs Persebaya tetap digelar malam hari. Sebab, Kapolres Malang sempat merekomendasikan laga bertajuk Derbi Jawa Timur (Jatim) itu berlangsung pada sore hari.

"Ada gap yang lain misalnya, ada surat dari Kapolres (Malang) yang meminta agar dilaksanakan sore hari. Terus, kemudian diminta oleh PT LIB agar dilakukan pada malam hari. Kalau memang itu ditolak, mengapa polisi kalah dan harus tetap dijalankan pada malam hari," ujar anggota TGIPF, Rhenald Kasali.