Bangkalan - Nasib sial dialami Persepam Madura United. Tim kebanggaan warga Madura dibantai Persipura Jayapura 1-2 pada laga terakhir babak reguler ISL 2014 di Gelora Bangkalan, Jumat (5/9). Lebih sial lagi, kekalahan itu membuat Persepam turun kasta alias terdegradasi ke divisi utama musim depan. Itu terjadi karena pada saat yang sama, seteru Persepam, Perseru Serui masih unggul 3-1 atas tuan rumah Persela Lamongan sampai babak pertama usai. Bila Perseru menang, Persepam dan Perseru sama-sama mengoleksi 23 poin sN akan hitung-hitungan selisih gol untuk menentukan tim yang terdegradasi. Bermain dihadapi pendukung fanatik sendiri, tim berjuluk Laskar Sape Kerap tampil terbuka dan menyerang guna mencuri gol lebih awal. Namun sayangnya, justru tim Mutiara Hitam berhasil mencuri gol pada menit ke-7' melalui Yohanes Pahabol. Semenit berselang, tepatnya saat laga memasuki menit ke-8. Persepam berhasil menyamakan kedudukan melalui salah satu pemain asing asal Moldova, Eduard Valuta. Setelah gol tersebut, pertandingan tetap berlangsung seru. Bahkan jual beli serangan di antara dua kesebelasan pun tak terhindarkan. Sayangnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tetap tidak berubah, Persepam-MU 1-1 Persipura. Memasuki babak kedua pertandingan berlangsung, kedua kesebelasan masih saja mencari celah untuk kembali memimpin. Tetapi, sejumlah peluang gagal dimanfaatkan menjadi gol oleh masing-masing kesebelasan. Petaka bagi Persepam, saat wasit hampir meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan dengan kedudukan masih 1-1. Tim asuhan Jacksen F Tiago justru kembali berhasil membobol gawang Firmansyah, untuk kedua kalinya. Skor pun berubah 1-2 untuk Persipura dan bertahan sampai laga usai. Kekalahan tersebut membuat Persepam terancam degradasi karena pesaing mereka, Perseru Serui untuk sementara memimpin atas Persela Lamongan, dengan skor sementara 1-3 di Lamongan. Bagi Persipura, kemeangan itu makin mengamankan mereka ke babak 8 Besar dengan status runner up wilayah timur dengan raihan 39 poin.